Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Ini Respons Manajemen Persib Atas Keputusan Komdis PSSI

Selasa 02 Oct 2018 16:51 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Israr Itah

Tim Persib Bandung foto bersama saat pertandingan antara Persib melawan Persija dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Ahad (23/9).

Tim Persib Bandung foto bersama saat pertandingan antara Persib melawan Persija dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Ahad (23/9).

Foto: Abdan Syakura/MJ-1 Jabar
Kuswara mengatakan, keputusan Komdis PSSI tidak mencerminkan rasa keadilan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Manajemen Persib Bandung, PT Persib Bandung Bermartabat, memutuskan untuk menjalin komunikasi internal. Ini dilakukan untuk merespons putusan Komisi Disiplin PSSI pada Persib dan menentukan langkah yang akan diambil. 

"Kami sudah menerima dari Komdis PSSI. Saat ini, kami sedang mempelajari pertimbangan hukum apa sehingga Komdis memutus demikian," ujar Komisaris PT PBB Kuswara S Taryono ketika dihubungi, Selasa (2/10). 

Baca Juga

Kuswara mengatakan, keputusan Komdis PSSI tidak mencerminkan rasa keadilan. Menurut Kuswara, itu merugikan Persib Bandung. 

Tidak hanya itu, Kuswara mengaku Persib tidak dilibatkan dalam sidang. Di mana Persib menerima hukuman tanpa membeberkan fakta yang ada.

"Sesungguhnya, Komdis PSSI tidak pernah mengundang pihak-pihak yang relevan. Contohnya manajemen, panpel, pemain, dan pihak relevan tidak pernah diundang Komdis PSSI untuk menjelaskan duduk persoalan seperti apa," kata dia. 

Dia menyebut, PSSI tidak melihat permasalahan secara utuh dan lengkap. Karena itu, manajemen klub sedang berpikir untuk mengajukan banding.

Persib akan membeberkan keberatan-keberatan dalam memori banding. Tidak hanya itu, Kuswara menyebut akan mempelajari pertimbangan hukum dari Komdis PSSI secara lengkap. 

"Yang lainnya, bagaimana kajiannya setelah dipelajari secara lengkap," kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA