Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

Ezra Walian Ungkap Sebab tak Bela Indonesia di Asian Games

Rabu 01 Agustus 2018 06:23 WIB

Red: Israr Itah

Striker timnas Seagames XXIX 2017 Indonesia Ezra Walian mengejar bola dalam pertandingan Grup B melawan Kamboja di Selangor, Malaysia, Kamis (24/8)

Striker timnas Seagames XXIX 2017 Indonesia Ezra Walian mengejar bola dalam pertandingan Grup B melawan Kamboja di Selangor, Malaysia, Kamis (24/8)

Foto: Wihdan Hidayat/Republika
Ezra mengaku tak mendapatkan izin dari klub barunya, RKC Waljwick.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyebab absennya Ezra Walian dari pemusatan latihan timnas U-23 proyeksi Asian Games terungkap. Ezra mengaku tak mendapatkan izin dari klub barunya, RKC Waljwick.

Ezra dipinjamkan klubnya, Almere City, ke sesama tim Liga 2 Belanda, RKC Waalwijk.  Di klub barunya ini, ia gagal mendapatkan izin untuk bergabung dengan timnas Indonesia karena liga akan berlangsung pada 17 Agustus ini.

Ezra mengklaim, pelatih RKC Waljwick tak mengizinkannya bermain untuk memudahkan beradaptasi. Sebab, kata Ezra, ia diproyeksikan sebagai penyerang tim utama. Padahal pelatih timnas U-23 Luis Milla Aspas sudah memasukkan nama Ezra bersama Muhammad Rafli Mursalim dan Alberto Goncalves untuk mengisi lini depan tim Garuda Muda.

Penjelasan Ezra ini dituliskannya dengan panjang di Instagram pribadinya pada Selasa (31/7). Berikut curhatan Ezra:

Maaf Indonesia. 

Musim lalu merupakan masa-masa sulit bagi saya. Setelah bermain reguler di paruh musim pertama, saya kesulitan mendapat menit bermain pada paruh musim kedua.

Musim ini, harapan baru datang bersama pelatih baru di Almere City. Namun setelah menjalani tiga pekan pramusim, pelatih memberi tahu saya bahwa untuk pekan-pekan awal saya tidak akan menjadi starter.

Saat ini saya masih berusia 20 tahun. Pada fase ini, saya ingin terus mengembangkan diri dengan bermain secara reguler.

Dua pekan lalu, pihak klub pun menawarkan untuk meminjamkan saya ke RKC Waalwijk, klub yang juga berasal dari Jupiler League tapi punya sejarah panjang di dunia sepak bola. Pelatih kepala mereka, sangat menginginkan saya untuk bergabung. Kesempatan yang mungkin tidak akan datang dua kali dimana mereka memberikan garansi bermain sebagai starter. Tentu, seperti pemain lainnya saya harus membuktikan diri saya. 

Dalam proses negosiasi, saya sempat meminta izin kepada RKC untuk bermain di Asian Games 2018. Bagi saya membela Timnas Indonesia merupakan suatu kebanggaan yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun. 

Namun RKC enggan melepas saya ke Asian Games. Salah satu alasannya adalah proses adaptasi. Saya bisa memahami maksud RKC. Saya sudah ketinggalan banyak masa pra-musim bersama mereka. Mereka ingin mengandalkan saya sejak awal musim yang akan dimulai pada tanggal 17 Agustus. Agar saya bisa cepat beradaptasi, pelatih ingin saya langsung mengikuti sesi latihan. Momen ketika Anda membaca tulisan ini saya sudah menjalani sesi latihan perdana saya di RKC.

Tentu awalnya saya sempat ngotot untuk bermain di Asian Games 2018. Bermain untuk Indonesia di depan puluhan ribu penonton merupakan mimpi saya sejak kecil.

Maaf Indonesia, saya sangat sedih. Tapi masa depan saya masih panjang di depan dan saya berjanji pada kalian saya akan terus mengembangkan diri dengan segala kekuatan sehingga saya bisa melanjutkan bermain untuk Indonesia selama 10 atau 15 tahun ke depan.

Untuk pelatih Luis Milla, terima kasih telah memberikan kesempatan yang begitu besar. Kepadarekan saya di Garuda, coba berikan kemampuan terbaik kalian, miliki dan ciptakan sejarah untuk Indonesia karena kita bisa melaju ke semifinal. Saya mungkin tak mampu bermain di Asian Games 2018, tapi saya suporter nomor satu timnas Indonesia di Asian Games 2018.

Garuda selalu ada dalam hati saya. Garuda di dadaku, hidup Indonesia!

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Foto Udara Mina, Arafah dan Makkah

Selasa , 21 Agustus 2018, 11:11 WIB