Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Bhayangkara FC Waspadai Lerby Eliandry

Sabtu 26 May 2018 20:50 WIB

Red: Ratna Puspita

Lerby Eliandry

Lerby Eliandry

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Meski berstatus penyerang lokal, Lerby memiliki kemampuan yang baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bhayangkara FC mewaspadai penampilan penyerang Borneo FC Lerby Eliandry. Kedua tim akan berhadapan dalam laga lanjutan Liga 1 2018 di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Ahad (27/5).

Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy menyebut, meski berstatus penyerang lokal, Lerby memiliki kemampuan yang baik dan bisa membahayakan lini pertahanan timnya. "Meski penyerang lokal, bukan berarti kualitasnya kalah dari pemain asing," ujar Simon di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (26/5).

Pelatih asal Skotlandia itu memang pantas khawatir dengan Lerby. Sebab, penyerang tim berjuluk Pesut Etam masing-masing sudah mencetak empat gol di Liga 1 2018.

Lerby pun beberapa kali mengisi posisi penyerang di tim nasional Indonesia asuhan Luis Milla. "Lerby sangat bagus dengan bola dan sering mencetak gol dari sundulan," tutur Simon.

Simon menegaskan timnya tidak boleh lengah menghadapi penyerang lokal. Simon tidak ingin peristiwa takluknya Bhayangkara dengan skor 0-4 dari Arema FC di Malang, Jawa Timur, pada Selasa (22/5) terulang. 

Ketika itu, The Guardian dibobol oleh duo penyerang Indonesia Rivaldo Bowo (dua gol) dan Dedik Setiawan (dua gol). "Keduanya merupakan penyerang lokal. Jadi kami tidak bisa meremehkan siapapun, semua pemain yang diturunkan Borneo FC," tutur Simon.

Selain Lerby, Borneo FC sebenarnya memiliki satu lagi penyerang yang tak kalah berbahaya, yakni Titus Bonai. Tibo, sapaan Titus Bonai, juga sudah mencetak empat gol di Liga 1 2018 sama seperti Lerby.

Akan tetapi, Borneo FC tidak bisa menurunkan penyerang berusia 29 tahun itu karena harus menjalani sanksi dari Komisi Disiplin PSSI. Dia dilarang bermain di empat laga Liga 1 2018 disertai denda Rp 50 juta. 

Hukuman itu karena terbukti melayangkan protes berlebihan pada wasit Handri Kristanto saat bertanding menghadapi PSM Makassar di Stadion Andi Mattalata, Makassar, Sabtu (20/5).

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA