Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Pelatih PSIS: Kekalahan dari Persija Akibat Kesalahan Saya

Jumat 20 Apr 2018 22:31 WIB

Red: Israr Itah

Pesepak bola Persija Jakarta, Novri Setiawan (kanan) berebut bola dengan pesepak bola PSIS Semarang, M Rio Saputro (kedua kiri) pada pertandingan Liga 1, Jumat (20/4).

Pesepak bola Persija Jakarta, Novri Setiawan (kanan) berebut bola dengan pesepak bola PSIS Semarang, M Rio Saputro (kedua kiri) pada pertandingan Liga 1, Jumat (20/4).

Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Kesalahan itu karena dirinya terlalu mempercayai para pemain pada babak kedua.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Pelatih PSIS Semarang Vicenzo Alberto Annese mengatakan kekalahan timnya 1-4 dari Persija Jakarta pada laga pekan kelima Liga 1 bukan kesalahan pemain. PSIS takluk di Stadion Sultan Agung Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (20/4).

"Ini bukan kesalahan pemain, bukan manajemen, tetapi kesalahan saya sebagai pelatih," kata Annese dalam konferensi pers seusai pertandingan .

Menurut dia, kesalahan itu karena dirinya terlalu mempercayai para pemain pada babak kedua bisa meraih angka dengan perubahan strategi. Ini setelah berkaca pada permainan timnya yang tertekan pada babak pertama.

"Kami terlalu percaya tim, termasuk personal masing-masing pemain bahwa babak kedua bisa mencetak angka. Jadi setelah selesai babak pertama kembali ke ruang ganti saya langsung mengubah strategi permainan pada babak kedua," katanya.

Namun, kata dia, hal itu justru berbalik 180 derajat. Ini terbukti PSIS kebobolan empat gol pada babak kedua karena permainan Persija lebih mendominasi.

"Kami bisa kebobolan empat gol karena pemain tidak menekan Persija. Kami hanya bisa membalas satu gol," katanya.

Ia mengatakan selama pertandingan para pemain PSIS Semarang tidak lelah fisik saat berlatih. Tetapi, kata dia, pemainnya lelah psikis sehingga berdampak pada kualitas permainan.

Dia menyinggung suporter PSIS yang kurang maksimal memberikan dukungan para pemain. Bahkan dia melihat antusiasme suporter Persija Jakarta lebih tinggi sehingga bisa memacu semangat tim.

Menyangkut penggantian pemain pada babak kedua, ia mengakui hal itu keputusan keliru, karena kurang tepat berakibat kebobolan empat gol.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA