Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Madura United Lepas Cristian Gonzales

Jumat 20 April 2018 21:43 WIB

Red: Endro Yuwanto

Cristian Gonzales, top skorer Piala Presiden 2017 dengan 11 gol.

Cristian Gonzales, top skorer Piala Presiden 2017 dengan 11 gol.

Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Gonzales dianggap insipliner dan tak patuhi kesepakatan kontrak dengan Madura United.

REPUBLIKA.CO.ID, PAMEKASAN -- Klub Liga 1 Madura United FC akhirnya melepas Cristian Gonzales. Mantan striker Arema FC tersebut kini bergabung dengan klub sepak bola di Liga 2, PSS Sleman.

"Gonzales kini tidak lagi bersama Madura United," ujar manajer Madura United FC Haruna, Jumat (20/4).

Haruna menjelaskan, Madura United FC terpaksa mencoret Cristian Gonzales dari klub sepak bola berjuluk Laskar Sape Kerrap tersebut, karena insipliner dan tidak mematuhi kesepakatan kontrak dengan Madura United.

Gonzales beberapa kali tidak ikut latihan tanpa alasan yang jelas dan belakangan diketahui merapat ke PSS Sleman. "Ini keputusan akhir dari manajemen. Daripada kami mempertahankan pemain yang bermasalah, lebih baik kami rilis. Kami resmi memecat dia," ujar Haruna.

Sebenarnya, sambung Haruna, Madura United bisa saja mempersoalkan Gonzales kepada PSSI terkait pelanggaran kontrak yang telah dilakukan oleh mantan pemain Arema FC tersebut. Hanya saja, karena manajemen PSS Sleman datang secara langsung kepada dirinya dan meminta agar Gonzales tidak dipermasalahkan, maka Madura United menghargai permohonan PSS Sleman tersebut.

Jika Gonzales kembali melakukan pelanggaran kontrak, Haruna menyatakan, telah menyarankan kepada PSS Sleman agar segera melapor ke Komisi Disiplin PSSI.

Menurut catatan Madura United ini, selama Gonzales bergabung dengan Madura United, ada beberapa pelanggaran disiplin yang telah dilakukan pemain naturalisasi asal Uruguay tersebut.

Pertama, yang bersangkutan tidak hadir saat Madura United melawan Sriwijaya FC, dengan alasan istrinya sakit. Kedua, Gonzales sering absen latihan tanpa alasan yang jelas. Gonzales juga pernah mengabaikan instruksi asisten pelatih Djoko Susilo di lapangan alun-alun Kota Bangkalan.

Haruna telah meminta Gonzales untuk menemui dirinya secara langsung, apabila yang bersangkutan hendak pindah ke PSS Sleman, namun striker veteran itu tidak melakukannya. "Yang kami tunggu adalah sikap gentlemen dari seorang Gonzales untuk datang kepada saya. Karena ketika dia datang dengan baik-baik, maka dia juga harus pergi dengan baik-baik pula," ujarnya menjelaskan.

Haruna juga menjelaskan, yang menjadi persoalan mendasar Gonzales keluar dari Madura United dan memilih bergabung dengan klub Liga 2, yakni PSS Sleman, karena yang bersangkutan sering tidak masuk dalam starting eleven.

"Selain itu, manajemennya juga menyatakan, tidak mungkin Gonzales menjadi pemain, sekaligus asisten pelatih. Padahal itu, atas permintaannya sendiri untuk mendampingi pelatih Madura United saat ini Milomer Sislija," kata Haruna menjelaskan.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Foto Udara Mina, Arafah dan Makkah

Selasa , 21 August 2018, 11:11 WIB