Monday, 3 Zulqaidah 1439 / 16 July 2018

Monday, 3 Zulqaidah 1439 / 16 July 2018

Lima Tim Ini yang Bikin PSSI Dihukum FIFA

Jumat 20 April 2018 01:52 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Gita Amanda

Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono

Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono

Foto: Dok PSSI
PSSI dikenai denda senilai Rp 426 juta dari Komisi Disiplin FIFA.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berkomitmen akan menjalankan sanksi dari FIFA. Badan sepak bola nasional tersebut akan mengeksekusi hukuman dari federasi sepak bola dunia terhadap sejumlah klub di kompetisi Indonesia musim ini.

Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono menyampaikan, kepengurusannya sudah menerima salinan keputusan dari Komisi Disiplin (Komdis) FIFA pada Kamis (19/4) lalu. Dalam keputusan tersebut, PSSI dikenai denda senilai 30 ribu franc Swiss (CHR) atau setara dengan Rp 426 juta.

Hukuman denda tersebut karena PSSI dinilai membangkang terhadap keputusan Komdis FIFA tentang perintah agar federasi nasional mengurangi nilai klasemen akhir lima tim di kompetisi nasional 2017. "Kami sudah menerima sanksi (FIFA) itu dan tetap akan mengeksekusi keputusan Komisi Disiplin FIFA itu," kata Joko, Kamis.

Joko menerangkan duduk perkara kasus tersebut. Kata dia, pada musim Liga 1 dan Liga 2 2017 memang ada enam kasus di lima tim yang bermasalah soal hak dan tanggung jawab terhadap pemainnya. Tim tersebut adalah Madura United dan Persegres Gresik United di Liga 1. Di Liga 2, ada Persiwa Wamena, Persik Kediri, dan Persepam.

Sengketa antara tim dan pemainnya tersebut sampai ke meja Badan Sengketa Internasional (Dispute Resolutioan Chamber/DRC) yang menjadi lembaga pengadil sengketa di bawah kordinasi FIFA. DRC, dalam putusannya pada Juli dan Agustus 2017, memutuskan klub-klub tersebut terbukti tak memenuhi tanggung jawab terhadap pemainnya.

Tanggung jawab tersebut, Joko mencontohkan, seperti penunggakan gaji pemain, bahkan ada klub yang tak membayarkan upah bermain pemainnya. Keputusan DRC tahun lalu itu memerintahkan FIFA agar meminta PSSI menghukum tim-tim tersebut. Salah satu hukumannya berupa pengurangan nilai klasemen pada akhir kompetisi  resmi terhadap klub-klub bersengketa itu.

Akan tetapi, Joko mengakui, PSSI tak bisa mengeksekusi seluruh hukuman terhadap lima klub tersebut. Sebab, kata dia, musim 2017 lalu tim-tim itu berada di dua kompetisi yang menggunakan sistem gelaran berbeda. Kata dia, PSSI hanya baru sanggup mengeksekusi pengurangan nilai klasemen tersebut terhadap dua tim di Liga 1.

Yakni, Madura United dan Persegres Gresik. Dua tim tersebut, Joko menerangkan, sudah dikurangi nilai klasemen akhirnya di Liga 1 masing-masing sebanyak tiga angka dari hasil seluruh rangkaian hasil tanding. Klub-klub di Liga 2 belum bisa dieksekusi. "Apalagi untuk Persik Kediri yang saat ini main di Liga 3," kata Joko.

Namun, Joko menerangkan, eksekusi hukuman berupa pengurangan nilai klasemen terhadap klub-klub tersebut tetap tak menggugurkan kewajiban PSSI membayar denda kepada FIFA. Sebab, kewajiban PSSI menjalankan pengurangan nilai tersebut seharusnya dilakukan pada tahun lalu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES