Wednesday, 5 Zulqaidah 1439 / 18 July 2018

Wednesday, 5 Zulqaidah 1439 / 18 July 2018

PSSI Yakin Laga Persija Kontra Persib di Jakarta Aman

Senin 16 April 2018 06:26 WIB

Red: Israr Itah

Pemain Persija Jakarta Bambang Pamungkas (kanan) menendang bola namun diadang pemain Persib Bandung Supardi (kiri) dan pada pertandingan Liga I musim 2017.

Pemain Persija Jakarta Bambang Pamungkas (kanan) menendang bola namun diadang pemain Persib Bandung Supardi (kiri) dan pada pertandingan Liga I musim 2017.

Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Rencananya, duel sengit ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PSSI yakin laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung dalam lanjutan Liga 1 2018 berjalan dengan aman. Rencananya, duel sengit ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (28/4).

Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono merasa cukup optimistis dengan hal itu. Ini setelah melihat kedua tim tersebut memiliki kesepahaman untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Ini masalah kesepahaman dan kedewasaan manajemen masing-masing klub bagaimana mengelola pertandingan itu dengan baik," ujar Joko ketika dihubungi dari Jakarta, Ahad (15/4) malam.

Joko mengakui, rekam jejak pertemuan Persija dan Persib beberapa kali diisi pengalaman kelam. Namun, dia menyebut soal itu bukan alasan untuk memiliki kekhawatiran berlebihan.

Menurut dia, permasalahan dalam sepak bola harus dihadapi, bukan dihindari. "Sepak bola tidak boleh kalah dari semua kesulitan. Industri sepak bola harus tumbuh dan berkembang," tutur Joko.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) ini menyadari bahwa tidak mudah menaklukkan hambatan-hambatan itu. Sebagai contoh, ketika PSSI maupun operator Liga 1 PT Liga Indonesia Baru (LIB) berusaha keras menekan angka kerusuhan dalam pertandingan sepak bola pada tahun 2018, keributan tetap saja terjadi.

Kericuhan muncul saat Arema FC berhadapan dengan Persib Bandung dalam lanjutan Liga 1 2018 yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ahad. Pertandingan yang berakhir imbang 2-2 tersebut dihentikan pada detik-detik terakhir menjelang usai setelah terjadi lemparan-lemparan botol disusul masuknya suporter ke lapangan.

"Memang perlu usaha khusus untuk mengamankan laga-laga sarat dengan masa lalu yang penuh tantangan," kata Joko. 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES