Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Setahun di Indonesia, Milla Klaim Timnas Banyak Kemajuan

Jumat 23 February 2018 08:17 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Timnas U-23 Luis Milla (tengah) memberikan instruksi saat latihan di Lapangan ABC, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (22/2).

Pelatih Timnas U-23 Luis Milla (tengah) memberikan instruksi saat latihan di Lapangan ABC, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (22/2).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Salah satu puncak awal proses kemajuan timnas diprediksi terjadi saat Asian Games.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan ini genap setahun Luis Milla Aspas bersama dua asisten pribadinya menjadi pelatihan tim nasional (timnas) sepak bola Indonesia. Setahun menjadi juru taktik, tim pelatih dari Spanyol tersebut mengaku sudah memberikan kemajuan.

Milla pun mengaku senang dengan keberadaannya di Indonesia. Menurut dia, selama melatih ada perkembangan yang signifikan dari para pemainnya. Sejak awal melatih sampai hari ini, menurut dia, perkembangan tersebut masih terus meningkat.

"Saya melihat banyaknya kemajuan dari sisi permainan individu. Tapi semua itu harus terus berpores lebih baik lagi," ujar Milla dalam rilis resmi kepelatihan tim nasional yang diterima wartawan, Jumat (23/2).

Menurut Milla, salah satu puncak awal proses kemajuan timnya tersebut akan terjadi saat Asian Games 2018 nanti. Milla tiba di Indonesia pada Januari 2017. Namun proses latihan awal baru ia lakoni pada pertengahan Februari 2017.

Milla membawa dua asistennya dari Spanyol, yakni Eduardo Perez sebagai pelatih fisik dan Miguel Gandia sebagai pelatih kiper. PSSI menyertakan mantan pemain timnas Indonesia, Bima Sakti Tukiman sebagai asisten tambahan bagi Milla selama di Indonesia.

Selama tahun, Milla sebetulnya sudah gagal target. PSSI meminta agar mantan pelatih Real Zaragoza tersebut membawa timnas Indonesia ke podium utama SEA Games 2017. Akan tetapi saat gelaran pesta olahraga Asia Tenggara di Malaysia, Agustus lalu itu Milla gagal. Pelatih usia 51 tahun itu cuma mampu membawa timnas Indonesia ke peringkat ketiga dengan medali perunggu.

Namun menengok permainan, PSSI mengakui penampilan timnas Indonesia di SEA Games memuaskan dan memberikan harapan tinggi. PSSI pun menggariskan target lebih tinggi kepada Milla tahun ini, yaitu dengan meminta Milla membawa timnas Indonesia menembus semifinal dan masuk empat besar Asia.

Milla tak pernah menyatakan sanggup atas target-target tersebut. Tetapi ia mengatakan, Indonesia dan semangat para pemain serta antusiasme masyarakat atas sepak bola membuat ambisi target tersebut menjadi realistis. "Itu semua modal bagus untuk menghadapi Asian Games," jelas dia.

Dalam catatan PSSI selama setahun memimpin timnas, Milla sudah mencatatkan 22 kali pertandingan, baik itu domestik maupun internasional. Dari jam tanding tersebut, Milla membawa timnas Indonesia 10 kali meraih kemenangan, lima kali imbang, dan tujuh kali mengalami kekalahan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Ketika Belgia Benamkan Tunisia

Ahad , 24 June 2018, 11:38 WIB