Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Pelatih Bali United Akui Simic Penyebab Utama Kekalahan

Ahad 18 Februari 2018 06:24 WIB

Red: Andri Saubani

Penyerang Persija Jakarta Marco Simic melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang Bali United pada pertandingan final Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Sabtu (17/2).

Penyerang Persija Jakarta Marco Simic melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang Bali United pada pertandingan final Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Sabtu (17/2).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Marko Simic mencetak dua dari tiga gol Persija.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Bali United di Piala Presiden 2018 Hans Peter Schaller menyebut alasan utama kekalahan timnya dari Persija Jakarta di partai final Piala Presiden 2018 adalah gemilangnya penampilan penyerang Persija, Marko Simic. Simic, menurut Hans Peter, menjadi pembeda kualitas kedua tim dalam laga yang dimenangkan Persija dengan skor 3-0 itu.

"Simic yang membuat perbedaan. Dia tampil luar biasa, seorang striker yang berkelas," ujar pelatih asal Austria itu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (17/2) malam.

Dia melanjutkan, Simic berhasil memanfaatkan kelengahan Bali United dengan baik terutama ketika situasi bola mati. Pada gol pertama Persija di menit ke-20, Simic berhasil menanduk bola hasil tendangan bebas yang dilepaskan Rezaldi Hehanusa. Sementara gol kedua Simic pada menit ke-47 juga terjadi setelah diawali situasi tendangan bebas.

"Kami tidak bisa mengantisipasi tendangan bebas dengan baik. Sayang sekali kami membuat kesalahan di babak pertama yang berujung pada terciptanya dua gol," kata Hans Peter.

Kapten Bali United, Fadil Sausu mengamini pernyataan pelatihnya terkait Simic. Fadil menyebut Simic merupakan penyerang yang lengkap, memiliki fisik kuat, bisa bekerja sama dengan baik dan dapat mencetak gol dari berbagai sisi.

Meski demikian, dalam pandangan Fadil, ada beberapa hal lain yang membuat tim berjuluk Serdadu Tridatu itu tak bisa menjadi yang terbaik di Piala Presiden 2018. "Para pemain hilang konsentrasi sehingga kami bisa kebobolan gol cepat. Selain itu Persija juga mendapat dukungan dari puluhan ribu pedukungnya yang luar biasa," kata Fadil.

Seperti diketahui, Persija Jakarta berhasil menjadi juara Piala Presiden 2018 setelah menaklukkan Bali United 3-0 di final, pada Sabtu malam. Dari tiga gol itu, dua gol dicetak oleh penyerang Marko Simic masing-masing dengan sundulan pada menit ke-20 dan tendangan salto di menit ke 45+2, sementara satu gol lainnya diciptakan Novri Setiawan di menit ke-63.

Sementara peringkat ketiga direbut oleh Sriwijaya FC usai menaklukkan PSMS Medan 4-0. Sebagai juara, Persija mendapatkan hadiah Rp 3,3 miliar, Bali United sebagai runner up memperoleh Rp 2,2 miliar, Sriwijaya FC peringkat ketiga meraup hadiah Rp 1,1 miliar dan terakhir PSMS Medan sebagai peringkat keempat meraih Rp 550 juta.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES