Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Kompetisi Sepak Bola di Indonesia Mulai Januari 2014

Selasa 30 Jul 2013 22:27 WIB

Red: Citra Listya Rini

Joko Driyono

Joko Driyono

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksanaan kompetisi sepak bola baru di Tanah Air yang merupakan gabungan dari Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL) direncanakan mulai Januari 2014.

Sekjen PSSI Joko Driyono di Jakarta mengatakan penggabungan dua kompetisi tertinggi yang ada di Indonesia saat ini merupakan tindak lanjut hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Borobudur Jakarta, 17 Maret lalu.

"Awalnya kompetisi akan dilakukan Desember. Namun, banyak hal yang harus diselesaikan termasuk turnamen yang merupakan agenda tetap AFF dan AFC," katanya di Jakarta, Selasa (30/7).

Menurut Driyono, jika didasarkan pada hasil kongres PSSI beberapa waktu yang lalu jumlah peserta kompetisi baru musim depan sebanyak 22 tim terdiri dari 18 tim ISL dan empat tim kompetisi IPL.

Meski sudah ditentukan jumlah tim dan waktu pelaksanaannya, ternyata masih ada kendala yang harus dihadapi oleh PSSI maupun pengelola kompetisi yaitu kedua kompetisi yang ada selesainya tidak bersamaan.

Sesuai dengan rencana kompetisi ISL yang dikelola oleh PT Liga Indonesia menuntaskan pertandingannya 7 September nanti. Kondisi ini berbeda dengan IPL yang dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportinto yaitu baru memulai putaran dua akhir Agustus 2013.

"Makanya kami (PSSI) akan mengundang pihak LPIS dan semua klub untuk membahas permasalahan yang ada. Mereka akan kami panggil Jumat (2/8) nanti," ujar Driyono menambahkan.

Pria yang juga CEO PT Liga Indonesia itu menegaskan perjalanan kompetisi musim depan dipastikan akan menghadapi banyak tantangan. Selain dengan mekanisme kompetisi yang baru juga dihadapkan pada beberapa kegiatan besar.

Pada pertengahan tahun dipastikan ada dua agenda besar yang kemungkinan akan mempengaruhi pelaksanaan kompetisi yaitu Piala Dunia Brasil serta pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden.

"Jika dilihat situasi yang ada, akan tidak mudah untuk mengeksekusi kompetisi dengan peserta 22 klub," kata pria asal Ngawi Jawa Timur itu.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA