Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Nasib Moukwelle yang Tersandera di Sepak Bola Nasional

Senin 28 Jan 2013 23:57 WIB

Rep: Satria Kartika Yudha / Red: M Irwan Ariefyanto

Moukwelle Ebwangga Sylvain

Moukwelle Ebwangga Sylvain

Foto: RCTI

REPUBLIKA.CO.ID,BANYUWANGI - Moukwelle Ebwangga Sylvain tak pernah menyangka nasibnya akan seperti sekarang. Pesepak bola asal Perancis itu masih "tersandera" di Indonesia dengan kondisi memprihatinkan.

Bukan tanpa alasan hingga kini ia masih berada di Tanah Air. Moukwelle tak punya uang  kembali ke kampung halaman karena gajinya sebesar Rp 217,5 juta belum dibayarkan Persewangi Banyuwangi, klub Divisi Utama LPIS yang musim lalu ia bela.

Padahal, pemain gelandang bertahan itu sudah tak kuasa menahan keinginannya untuk segera meninggalkan Indonesia. "Saya ingin cepat pulang ke Perancis, tapi tidak bisa," kata Moukwelle kepada Republika melalui sambungan telepon, Ahad (27/1) malam.

Kondisi kesehatan Moukwelle sudah semakin membaik setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit pada akhir Desember 2012 akibat terkena sakit tifus. Namun ia khawatir kesehatannya akan kembali menurun jika berada lebih lama lagi di Indonesia. Maklum, di Banyuwangi, Moukwelle tinggal seorang diri di rumah kos yang terletak di jalan Candi Jawi, Kelurahan Taman Baru.

Ia kerap tidur larut malam karena selalu memikirkan gajinya yang belum dibayarkan secara utuh. Beban pikiran Moukwelle kini semakin bertambah. Selain rindu dengan istri dan satu anaknya, Moukwelle membutuhkan dana untuk pengobatan ibu-nya yang sedang berjuang melawan penyakit kanker payudara dan sudah dirawat sejak dua pekan lalu. "Aku harus cepat dapat uangku agar bisa mengobati ibuku,"   ungkap Moukwelle.

Dia mengatakan, perawatan penyakit sang ibu memakan biaya yang tidak sedikit. Terlebih saat ini, ibu-nya sedang menjalani Kemoterapi untuk mengobati penyakit kanker. Sebagai anak, sudah menjadi tanggung jawab bagi Moukwelle memberikan yang terbaik kepada wanita yang telah melahirkannya. Karena, tidak ada satu pun anak di dunia ini yang ingin kehilangan sosok ibu. 

Sayangnya, pria kelahiran 13 Juni 1978 itu belum bisa berbuat banyak untuk sang ibu. Maklum, gajinya baru dibayarkan Rp 50 juta oleh manajemen Persewangi. Sedangkan sisanya belum tahu kapan akan diberikan.

Ironisnya, dana sebesar Rp 50 juta itu pun baru diberikan setelah Moukwelle dalam kondisi kritis saat dirawat di rumah sakit. Selama sakit itu pula, tak ada satupun perwakilan manajemen Persewangi yang menjenguknya. "Hampir semua uang itu aku kirim untuk ibu. Sisanya aku pakai membayar biaya rumah sakit aku sebelumnya. Kini aku hanya menyisakan sedikit uang, dan butuh uang lebih untuk pengobatan ibu," katanya.

Manajer Persewangi Nanang Nur Ahmadi belum bisa dikonfirmasi mengenai kepastian pelunasan gaji pemain Persewangi, terutama kepada Moukwelle. Namun sebelumnya, Nanang mengatakan Moukwelle menjadi prioritas Persewangi untuk dilunaskan gajinya mengingat kondisi sang pemain yang sedang sakit.

Menurut Nanang, Persewangi memang baru mencicil gaji Moukwelle sebesar Rp 50 juta. Dana tersebut diperolehnya dari bantuan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku operator liga. Nanang mengatakan Persewangi telah mengadakan pertemuan dengan Pengurus Cabang PSSI Banyuwangi dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada awal Januari guna menyelesaikan permasalahan gaji Moukwelle.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Persija Menang 3-0 Atas Persela

Selasa , 20 Nov 2018, 20:53 WIB