Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Pelatih Sriwijaya Herankan Ulah Lim Buang Kostum

Kamis 21 Jun 2012 13:05 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

  Pemain dan manajemen Sriwijaya FC melakukan perayaan sebagai juara ISL di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

Pemain dan manajemen Sriwijaya FC melakukan perayaan sebagai juara ISL di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

Foto: (Feny Selly/Antara)

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG - Pelatih Sriwijaya Football Club menyatakan heran dengan sikap Lim Joon Sik pada laga Liga Super Indonesia melawan Persela di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (20/6), yang membuang kostum sesaat setelah ditarik ke luar lapangan.

"Saya juga heran mengapa Lim begitu, tidak sepatutnya seperti itu apalagi sebagai pemain asing harusnya memberikan contoh yang baik," kata pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi di Palembang, Kamis (21/6).

Pemain asal Korea Selatan itu langsung membuka kostum setelah melihat papan pergantian pemain diangkat panitia pelaksana pada menit 80 untuk memasukkan Ahmad Jufrianto.

Lim berjalan keluar lapangan dengan langkah lambat dan sesampai di ujung garis keluar langsung membuang kostum yang dikenakan ke tanah. Lalu, gelandang tengah Sriwijaya itu bergegas masuk ke kamar ganti atau tidak duduk di bangku cadangan.

"Hingga kini saya belum mencairkan permasalahan dengan Lim, sebenarnya karena apa dia bertindak begitu," kata pelatih asal Solo itu.

Sikap tidak senang Lim itu pun disadari sejumlah pemain Sriwijaya FC lainnya, seperti Risky Novriansyah langsung menjemput Lim di ruang ganti agar ikut selebrasi juara Liga Super Indonesia yang digelar seusai pertandingan.

Meski, belum terlihat ceria, namun Lim berupaya mengimbangi kegembiraan rekan-rekannya itu.

"Sebagai pelatih saya menyadari tidak bisa menyenangkan setiap pemain, dan tidak bisa adil juga, karena ada 30 orang. Jika saja FIFA membuat aturan boleh seluruhnya main maka akan diturunkan semua, namun masalahnya peraturan menetapkan hanya 11 pemain," ujarnya.

Kas membawa "Laskar Wong Kito" menjadi juara Liga Super Indonesia musim ini setelah pada laga penentu melawan Persela Lamongan berhasil menang telak 3-0.

Torehan tiga poin memantapkan tim asal Sumsel itu sebagai juara liga setelah total 73 angka tidak mungkin terkejar Persipura Jayapura meski terdapat tiga pertandingan lagi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA