Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Menangisi Sepakbola Indonesia (II)

Senin 09 Apr 2012 11:50 WIB

Rep: Abdullah Sammy/ Red: Hafidz Muftisany

Suporter Timnas Indonesia di Gelora Bung Karno

Suporter Timnas Indonesia di Gelora Bung Karno

Foto: Republika/Yogi Ardhi

REPUBLIKA.CO.ID, Adalah aksi saling sikut para pengurus sepak bola yang membuat mimpi bocah kini tersudut dalam jurang kehancuran. Aksi yang mengancam sepak bola dijatuhi sanksi FIFA pada 15 Juni mendatang. Pasalnya di waktu yang tinggal kurang dari tiga bulan itu, para politisi sepak bola terus berpolemik demi melanggengkan kursi kuasa.

Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), yang kini mengklaim diri sebagai PSSI versi Ancol, coba terus menebar bara dalam sepak bola nasional. Sekalipun tidak diakui FIFA, organisasi dibawah pimpinan La Nyalla Matalitti itu tetap ngotot merasa berhak menguasai hajat sepak bola nasional. "PSSI Djohar Arifin telah tamat. Mandat Djohar telah dicabut oleh voters yang telah dituangkan dalam Kongres Mercure (Ancol). Sekarang satu-satunya PSSI yang sah adalah PSSI hasil Kongres Mercure (Ancol)," kata LA Nyalla dengan bahasa lugas.

Apakah benar ucapan yang dikatakan LA Nyalla bahwa Kongres Ancol KPSI telah resmi mengkudeta PSSI Djohar Arifin ? Jawaban yang mendekati kebenaran bukan sekedar mendengar retorika La Nyalla, melainkan badan hukum resmi.

Yang menarik, badan arbitrase tertinggi dunia, CAS telah menyatakan bahwa gugatan LA Nyalla cs ketika ingin melengserkan PSSI Djohar, tidak diterima. Legitimasi kongres Ancol pun hanya didapat dari orasi verbal dan tertulis La Nyalla maupun pendukungnya, minus verifikasi badan independen.

Tidak diakuinya Kongres Ancol juga ditegaskan FIFA lewat surat elektronik tertanggal 16 Maret "Harap dicatat, FIFA tidak pernah berpikir hadir dalam kegiatan yang disebut 'Kongres KPSI' ," ungkap FIFA.

Namun KPSI tidak bergeming. Kongres dibentuk dan PSSI tandingan pun terwujud yang diketuai LA Nyalla Matalitti. Sebuah kondisi yang memantik kekhawatiran FIFA dan AFC.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA