Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Menangisi Sepakbola Indonesia (I)

Senin 09 Apr 2012 11:45 WIB

Rep: Abdullah Sammy/ Red: Hafidz Muftisany

Suporter Timnas Indonesia di Gelora Bung Karno

Suporter Timnas Indonesia di Gelora Bung Karno

Foto: Republika/Yogi Ardhi

REPUBLIKA.CO.ID, Petang mulai beranjak dari rumput Stadion Gelora Bung Karno. Cahaya mentari yang meredup tergantikan oleh sinar lampu dari kedua atap stadion yang diarsiteki Friedrich Silaban itu. Kendati kualitas lampu masih kalah terang dengan kualitas pencahayaan Santiago Barnabeu, namun hal itu sudah cukup membuat bocah nusantara terkesima dan bangga.

Bagi mereka, kemegahan Stadion Bung Karno jadi penghias mimpi dan cita. Suatu saat mereka bermimpi menginjakkan kaki di atas rumput yang bermandikan temaram cahaya dan sanjung puja.

Seketika riuh pun menggema. Gemuruh suara tercipta dari teriak bocah dan 100 ribu supporter lain yang berjejalan di setiap sudut Stadion Gelora Bung Karno. Stadion Gelora Bung Karno petang itu jadi lautan harap, mimpi, dan antusiasme bocah bersama seluruh warga Indonesia yang ingin menyaksikan pemain dengan kostum garuda di dada.

Namun antusiasme tidak dirasakan oleh seorang bocah yang berdiri di tengah kerumunan tribun VIP Barat. Antusiasme bocah itu harus terhadang oleh ulah dari oknum yang berdesak masuk ke dalam stadion. Bocah yang berumur sekitar sembilan tahun itu terhimpit di antara oknum yang saling sikut untuk mendapat sudut pandang ideal di Stadion.

Sang bocah menangis karena tidak kuasa lagi menahan rasa pengap dan sakit akibat ambisi pribadi oknum. Oknum yang memakai segala cara untuk memuluskan kepentingan dirinya. Walhasil ambisi oknum harus mengorbankan si bocah yang terpojok dalam derita.

Kisah buram yang terjadi sebelum laga final Sea Games 2011 itu mungkin hanya menyakiti fisik seorang bocah. Selang tujuh bulan, sebuah kisah pedih baru terancam dirasakan tidak hanya oleh sang bocah di VIP barat namun oleh jutaan anak lain di nusantara. Sebuah kisah yang bisa jadi merusak mimpi, harapan, dan cita cita anak nusantara yang ingin melihat tim nasional Indonesia bersaing meraih piala juara.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA