Rabu, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Rabu, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Gawat... Persiapan SEA Games Diprediksi Molor

Kamis 23 Jun 2011 10:09 WIB

Rep: Muhammad Hafil/ Red: Djibril Muhammad

Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam dengan kawalan petugas memasuki Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (21/4) malam.

Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam dengan kawalan petugas memasuki Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (21/4) malam.

Foto: Antara/Dhoni Setiawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kubu Seskemenpora, Wafid Muharram menilai proses persiapan SEA Games di Jakarta dan Palembang, September 2011 mendatang terlambat. Hal tersebut terjadi akibat panitia takut untuk menggunakan dana talangan yang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap suap.

"Proses persiapan SEA Games menjadi lesu, kepanitiaan mundur dan malas-malasan," kata Kuasa Hukum Wafid, Erman Umar saat dihubungi Republika, Kamis (23/6).

Erman mengatakan, ia mendapatkan informasi tersebut dari sejumlah panitia yang mengeluhkan soal molornya persiapan SEA Games. Hal tersebut terjadi akibat dana talangan yang seharusnya mereka terima tidak bisa mereka ambil.

"Ya mereka takut mengambilnya nanti kena kasus seperti Pak Wafid, padahal dana talangan itu hal yang biasa digunakan di Kementerian, kalau tidak ada dana kan jadi ogah-ogahan kerjanya," kata Erman.

Erman mengatakan, sejumlah panitia itu mencontohkan bentuk keterlambatan tersebut. Diantaranya, biaya hotel di Palembang yang seharusnya sudah dilunasi 30 persen pada Juni ini belum terbayar dan belum terbayarnya honor panitia.

Selain itu, atlet-atlet yang seharusnya berlatih menjadi tidak maksimal karena minimnya dana. Hal tersebut menurutnya akan berdampak pada penampilan atlet yang akan berlaga di SEA Games nanti.

Seperti diketahui, KPK menangkap Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, Direktur Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang dan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Muhammad El Idris. Ketiganya ditangkap KPK di lantai tiga Kementerian Pemuda pada 21 April lalu bersama uang suap sebesar Rp 3,2 miliar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA