Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Kisruh Kongres PSSI

Kongres PSSI Ricuh, Wartawan Dilarang Meliput

Sabtu 26 Mar 2011 15:34 WIB

Rep: Fernan Rahadi/ Red: taufik rachman

Aksi demonstrasi di Surabaya menolak Kongres PSSI, Sabtu (26/3).

Aksi demonstrasi di Surabaya menolak Kongres PSSI, Sabtu (26/3).

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID,PEKANBARU -- Kongres Pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding PSSI di Pekanbaru, Riau, diwarnai kericuhan. Bahkan kalangan wartawan dilarang meliput kegiatan kongres.

Beberapa perwakilan klub dan pengprov yang datang untuk melakukan registrasi melakukan protes kepada panitia pelaksana karena namanya tidak terdaftar.

Beberapa klub yang bermasalah di antaranya adalah Perseba Bangkalan, Persigo Gorontalo, dan Gresik Putra. Nama ketua umum Perseba, Imron Abdul Fatah, tiba-tiba hilang digantikan oleh Ketua PSSI Pengcab Bangkalan, Fuad Amin.

''Nama saya tiba-tiba tidak ada dalam daftar. Padahal saya adalah pemilik sah suara,'' ujar Imron kepada wartawan di hotel Premiere, Pekanbaru.

Hal serupa juga dialami Gresik Putra yang ketuanya, Mujiyono, sempat ikut rombongan PSSI melakukan studi banding ke Eropa. Namanya tiba-tiba tidak ada dalam daftar pemilik suara usai ketahuan mendukung George Toisutta dan Arifin Panigoro.

Sementara itu Persigo Gorontalo yang mengikuti kongres tahunan di Bali tiba-tiba menghilang dari daftar dan digantikan klub lain. Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, berdalih posisi Persigo di klasemen Divisi Utama melorot per 18 Februari sehingga tidak berhak menggunakan hak suara pada kongres PSSI.

''Itu tidak benar. Sebelumnya menurut mereka batas terakhir penentuan kepemilikan hak suara tersebut adalah 25 Februari. Namun kini berubah menjadi 18 Maret. Seharusnya untuk mengubah kepemilikan hak suara itu harus melalui mekanisme kongres,'' ujar manajer Persigo, Alven Hinelo.

Suasana di hotel Premiere cukup tegang setelah sejumlah perwakilan klub di ruang registrasi bersitegang dengan panitia pelaksana dan petugas keamanan. Suasana tersebut semakin diperpanas dengan demonstrasi yang diwarnai sejumlah aksi anarkis oleh ratusan suporter di luar hotel. Selain menyobek-nyobek spanduk-spanduk yang dipasang PSSI, para suporter juga bernyanyi-nyanyi lagu yang meminta Nurdin Halid agar turun dari jabatannya.

Sesuai jadwal yang dikeluarkan panitia, waktu registrasi terakhir peserta adalah pukul enam sore. Kongres akan dimulai pukul setengah delapan malam dengan dimulai pembukaan dari Nurdin Halid.

Panitia membatasi ruang gerak wartawan dengan tidak memperbolehkan acara kongres diliput. Wartawan diminta agar berada di lantai tiga agar tidak mendekati ruangan kongres yang terletak di lantai dua.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA