Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Matthaeus: Inkonsistensi bukan Salah Kovac, tapi Pemain

Jumat 07 Dec 2018 05:10 WIB

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Niko Kovac.

Pelatih Niko Kovac.

Foto: Reuters
Inkonsistensi FC Hollywood karena banyak pemain senior mengalami penurunan motivasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MUENCHEN -- Penampilan Bayern Muenchen sejauh musim ini bergulir jauh dari kata mengesankan. Itu terjadi pada ajang Bundesliga Jerman.

Hingga pekan ke-13 kompetisi terelite ranah Jerman, Muenchen tertahan di tangga keempat. Dengan mengantongi 24 poin, FC Hollywood tertinggal sembilan poin di belakang Borussia Dortmund di singgasana sementara.

Walhasil sang pelatih anyar Niko Kovac dalam sorotan. Kovac dinilai belum mampu mengelola skuat berlabel bintang.

Legenda Die Bayern Lothar Matthaeus tidak sependapat dengan pemikiran itu. Ia menilai inkonsistensi FC Hollywood lantaran banyak pemain senior mengalami penurunan motivasi.

"Mereka memiliki pemain yang tampil dalam enam musim terakhir seperti Robben, Ribery, Boateng, dan Mueller. Kovac harus mengatur orang yang telah memenangkan segalanya. Bagaimana Anda memotivasi diri, ketika Anda telah memenangkan gelar enam musim beruntun?" ujar Mathhaeus memepertanyakan hasrat Riberi dkk untuk kembali menjadi yang terbaik, dikutip dari Four Four Two, Kamis (6/12).

Mantan kapten timnas Jerman ini mengakui, masih ada sedikit kesalahan taktis dari Kovac. Tapi itu tidak signifikan.

Menurut Matthaeus, sosok berkebangsaan Kroasia itu memiliki rapor positif sebelum mengambil jabatan di Muenchen. Apalagi Kovac mantan pemain Bayern Muenchen yang paham kultur Bundesliga.

Matthaeus berharap manajemen aktif di bursa trasnfer. Ini bisa memberikan penyegaran di skuat. "Jika Bayern memberinya dukungan, mulai dari presiden, direktur, penggemar, saya yakin Kovac akan mendapat hasil yang sama seperti pelatih-pelatih klub ini sebelumnya," ujar dia menegaskan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA