Senin, 3 Zulqaidah 1439 / 16 Juli 2018

Senin, 3 Zulqaidah 1439 / 16 Juli 2018

Arrigo Sacchi: Juventus tak akan Pernah Juara Level Eropa

Rabu 16 Mei 2018 11:07 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Endro Yuwanto

Legenda sepak bola Italia, Arrigo Sacchi.

Legenda sepak bola Italia, Arrigo Sacchi.

Foto: UEFA
AC Milan dinilai memiliki sejarah lebih baik di pentas Eropa ketimbang Juve.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Pelatih legendaris Italia Arrigo Sacchi mengeluarkan ucapan pedas untuk arsitek tim Juventus, Massimiliano Allegri. Ia menilai pola permainan Max Ale di Juve tidak akan membawa sukses klub Kota Turin di pentas Eropa.

"Juventus memainkan gaya sepak bola Italia. Allegri tidak dapat ditantang di sini (Italia), caranya bermain bukanlah cara untuk menang di Eropa," ujar Sacchi kepada Radio 24 disadur Football Italia, Rabu (16/5).

Juve sukses mempertahankan trofi scudetto Serie A Liga Italia ketujuh musim ini. Tim berjuluk La Vecchia Signora berada di kursi teratas Serie A Italia dengan perolehan 92 poin dari sisa satu partai terakhir melawan Hellas Verona.

photo

Massimiliano Allegri

Tak hanya itu, Giorgio Chiellini dan rekan-rekan mampu mengawinkan trofi scudetto dengan gelar Coppa Italia usai mempermalukan AC Milan 4-0 di Olimpico. Meski begitu, Sacchi memiliki pandangan lain terhadap gaya bermain dan mengklaim Rossoneri memiliki sejarah lebih baik di pentas Eropa ketimbang Juve.

"Di Milan kami memiliki klub yang kuat dengan sejarah terbaik. Itu saja tak cukup untuk meraih kemenangan, kami bahkan harus menang secara meyakinkan. Biasanya siapapun tim yang terbaik akan jadi pemenang pada akhirnya," jelas pria yang kini berusia 72 tahun.

Berbeda dengan Juve, pelatih yang pernah membawa AC Milan mengkilap pada medio akhir 1980-an dan awal 1990-an ini menambahkan, klub yang bermarkas di Milanello punya ambisi dengan tidak mengabaikan gaya bermain yang cenderung mencari aman. "Kami ingin terus meningkatkan gaya bermain ketimbang hanya meraih kemenangan," jelasnya.

Sacchi pun mengkritik kesebelasan Italia yang hanya memikirkan hasil daripada keindahan permainan. Hal itu yang menurut Sacchi menjadi penyebab tim-tim Italia mengalami kemunduran di kompetisi Eropa. "Namun, saat ini sepak bola hanya dilihat dari hasil akhirnya saja."

Ketegangan antara Sacchi dengan Allegri sebelumnya pernah terjadi pada fase grup Liga Champions 2014. Pria yang sempat menjadi sales sepatu itu mengkritik keputusan Allegri yang hanya mencari hasil imbang. Komentar tersebut langsung ditanggapi dengan sinis oleh pelatih Juve itu. "Entah Anda (Sacchi) sedang menonton sepak bola yang berbeda atau saya. Anda dan saya memiliki dua filosofi sepak bola berbeda. Kami memiliki banyak penguasaan bola," kata Allegri saat itu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES