Wednesday, 11 Zulhijjah 1439 / 22 August 2018

Wednesday, 11 Zulhijjah 1439 / 22 August 2018

Menerka Langkah Balotelli Selanjutnya

Ahad 22 April 2018 02:18 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Andri Saubani

Striker OGC Nice, Mario Balotelli.

Striker OGC Nice, Mario Balotelli.

Foto: EPA/Sebastien Nogier
Balotelli mengakhiri dua musim kariernya di OGC Nice.

REPUBLIKA.CO.ID, Ke mana striker Mario Balotelli akan melanjutkan kariernya? Sejumlah klub di Serie A diprediksi menjadi tempat pulangnya kembali. Namun klub-klub di Liga Primer Inggris, pun juga MLS Amerika juga dikabarkan sudah mencoba menggaetnya.

Football Italia, pada Sabtu (21/4) mengabarkan, sejumlah saran kepada Balotelli mengungkapkan, agar dia merumput bersama AS Roma atau SC Napoli. Tetapi AC Milan sebagai tim yang terikat dengannya juga ditaksir bakal mempertahankan.

Menurut lansiran Sport Ilustrated, manajemen DC United dalam beberapa pekan terakhir intens berkomunikasi dengan agen Balotelli di Italia, Mino Raiola. Ada kemungkinan membawa Balotelli ke Amerika Serikat, begitu kata laporan tersebut.

Laporan itu pula yang mengabarkan Balotelli bakal kembali ke Liga Inggris. Tim kasta kedua, Wolverhampton Wanderers tertarik mengikat kontrak striker 27 tahun itu kembali ke Liga Inggris. Wanderers sebagai tim yang bakal promosi ke kasta utama musim 2018/2019 mendatang membutuhkan pemain top yang mampu bersaing musim mendatang.

Akan tetapi sampai hari ini, pun Balotelli belum memastikan bakal berlabuh ke mana. Striker kebangsaan Italia itu, masih menutup rapat masa depannya. Hanya satu yang pasti, kata dia, dirinya tak lagi berseragam OGC Nice dan tak lagi bermain di Ligue 1 Prancis pada musim mendatang.

Kepastian dia tak lagi di Nice, sudah pernah diutarakannya pada Maret lalu. Pada Jumat (20/4), Balotelli kembali menegaskan itu sekaligus berpamitan dengan para penggemar dan suporter di  Nice. Sudah dua tahun saya di sini. Dan itu sangat luar biasa. Terimakasih untuk semua, ujar dia.

Balotelli, memang sudah dua musim bersama Nice. Statusnya bersama skuat the Eaglets itu sebagai pemain pinjaman. AC Milan pada 2016 lalu yang mengantarkan dia ke Nice. Kontrakk peminjamanannya bakal putus pada Juni mendatang. Bersama tim asuhan pelatih Lucien Favre tersebut, Balotelli seperti jauh dari sorotan media.

Tetapi musim pertamanya di Nice, Balotelli punya andil mengantarkan tim tersebut ke peringkat ketiga. Musim pertamanya di Prancis, tak buruk. Favre memujinya dengan catatan 15 gol dari 23 penampilan liga. Musim 2017/2018 saat ini Balotelli sudah mencatatkan 15 gol dan Liga Prancis masih menyisakan lima laga sebelum final.

Raihan 15 golnya di musim berjalan, membuat dia sebagai pencetak gol terbanyak di klub. Tetapi reputasi baiknya itu tak mengantarkan Nice lebih baik dari musim lalu. Kini, sampai pekan ke-33 Ligue 1 Nice terlempar dari zona Europa di peringkat keenam dengan 47 angka.

Balotelli mengatakan, di lima laga terakhir dirinya masih punya ambisi mengantarkan timnya tetap berada di zona Europa. "Masih ada lima pertandingan lagi di sini. Dan ini akan berakhir dengan luar biasa," sambung dia. Terkait dengan klub masa depannya, Balotelli kepada La Gazzetta dello Sport bulan lalu pernah menyampaikan sebetulnya itu bukan tujuan utamanya.

"Katakan saja bahwa aku adalah orang yang sedang tinggal di perbatasan," ujar dia seperti dikutip dari ESPN FC. Namun, yang paling membuat dia frustrasi saat ini yaitu mengembalikan kepercayaan tim kepelatihan nasional Italia kepadanya.

Balotelli, terakhir kali berseragam timnas pada Piala Dunia 2014. "Saya sangat berharap kembali mendapatkan tempat di (timnas) negara saya. Saya merasa pantas," ujar dia.

Balotelli mengaku kecewa dengan pelatih sementara Gli Azzuri, Luigi Di Baggio yang tak menyertakan namanya saat laga persahabatan Italia menghadapi Inggris dan Argentina baru-baru ini. Padahal, kata dia, segala upaya dia lakukan selama di Prancis demi meyakinkan pelatih. Termasuk, meyakinkan Federasi Italia (FIGC) tentung degradasi prilaku dirinya ke arah yang lebih baik.

"Saya sudah 27 tahun. Saya semakin dewasa. Terima kasih untuk anak-anak saya. Dan saya sudah berhenti bermain-main dengan wanita," sambung dia. Harapannya kembali berseragam Gli Azzuri agar bisa turun lapangan saat Piala Eropa 2020. Namun, kepastian tersebut juga masih menunggu FIGC menentukan pelatih anyar timnas Italia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES