Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Suporter Ngamuk setelah River Plate Terdegradasi untuk Kali Pertama dalam 110 Tahun

Senin 27 Jun 2011 13:08 WIB

Red: Didi Purwadi

River Plate terdegradasi dari kompetisi divisi utama Argentina untuk pertama kali dalam 110 tahun terakhir.

River Plate terdegradasi dari kompetisi divisi utama Argentina untuk pertama kali dalam 110 tahun terakhir.

Foto: AP/Ricardo Mazalan

REPUBLIKA.CO.ID,BUENOS AIRES - Klub River Plate Argentina, salah satu klub terbesar dunia, mengalami penderitaan memalukan karena terdegradasi untuk pertama kalinya dalam 110 tahun pada Ahad (26/6) waktu setempat. Hal ini langsung memicu perkelahian antarpenonton dan polisi di luar dan dalam Stadion Monumental.

Perkelahian para holiganis Barrabrava itu terjadi setelah pertandingan berkesudahan imbang 1-1 dengan Belgrano pada pertandingan leg kedua playoff degradasi. Hasil imbang ini menyebabkan River Plate yang juara nasional 33 itu kali terlempar ke Divisi B Nasional musim mendatang.

Perkelahian massal disertai dengan pelemparan benda keras seperti batu dan benda keras lainnya. Sebanyak 25 orang, termasuk enam anggota polisi, terluka. Seorang lainnya luka berat karena terkena lemparan di dalam mobil.

Perkelahian di luar stadion kelihatan seperti sebuah pertempuran. Toko-toko dan bangunan lainnya langsung menutup pintu dan jendela karena khawatir menjadi korban lemparan amuk suporter.

Pejabat kota meminta agar stadion sementara ditutup -- tepat empat pekan sebelum tempat itu menjadi tuan rumah pertandingan final Copa America-- untuk dilakukan penyelidikan. Karena, ada dugaan penjualan tiket ilegal dan berlebih. "Kami akan menyelidiki untuk membuktikan apakah ada penonton yang masuk stadion melebihi kapastias," kata prosekutor Gustavo Galante kepada televisi America.

Ia menjelaskan bahwa batas penonton yang diijinkan masuk Stadion Monumental adalah sekitar 40.000 orang. Tapi, pengamat memperhitungkan penonton yang masuk stadion sekitar 60.000 orang.

Galante sebelumnya meminta agar pertandingan diadakan di stadion tertutup setelah pendukung River Plate di Cordoba mengganggu jalannya pertandingan leg pertama. Pertandingan saat itu sempat terhenti selama 20 menit.

Pemain dari kedua tim harus meninggalkan lapangan Monumental di bawah pengawalan petugas keamanan. Polisi menggunakan gas air mata dan semprotan air untuk menghindari terjadi perkelahian lebih meluas.

Klub Belgrano akhirnya merayakan promosi mereka dengan hanya disaksikan ratusan pendukungnya. Untuk menjaga keamanan mereka, suporter Belgrano harus berdiam diri di sektor lapangan selama tiga jam sejak pluit panjang berbunyi.

River dipecundangi 0-2 pada leg pertama. Tetapi, mereka berharap dapat meraih kemenangan leg kedua agar mereka terhindar dari degradasi setelah merayakan kemenangan 15 tahun meraih gelar Piala Libertadores kedua. Sayangnya, harapan tersebut kandas setelah River Plate akhirnya ditahan imbang 1-1.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA