Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tekuk Cagliari, Lengkapi Kesempurnaan Perayaan Milan

Ahad 15 Mei 2011 12:26 WIB

Rep: Fernan Rahadi/ Red: Djibril Muhammad

Pemain AC Milan melempar pelatih Massimiliano Allegri ke udara usai memastikan gelar scudetto musim ini.

Pemain AC Milan melempar pelatih Massimiliano Allegri ke udara usai memastikan gelar scudetto musim ini.

Foto: AP/Alfredo Falcone, Lapresse

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN - AC Milan berhasil merayakan gelar Scudetto ke-18-nya dengan gaya. Di kandang sendiri, San Siro, I Rossoneri menekuk tamunya, Cagliari, dengan kemenangan telak 4-1.

Tim merah-hitam tersebut sebenarnya sudah memastikan menjuarai Seri A sepekan lalu, saat menahan imbang tuan rumah AS Roma 0-0. Namun pesta baru digelar kemarin, di depan puluhan ribu pendukungnya sendiri.

Robinho menjadi bintang kemenangan Milan setelah menjebol gawang Cagliari sebanyak dua kali di babak pertama. Dua gol Milan lainnya dicetak Gennaro Gattuso dan Clarence Seedorf. Sedangkan satu-satunya gol Cagliari dicetak Andrea Cossu.

"Kami memang benar-benar ingin merayakan gelar ini di depan para fans. Para pemain telah melakukan yang terbaik dan pantas mengakhiri ini dengan sebuah kemenangan," ujar pelatih Milan, Massimiliano Allegri, seperti dilansir Football Italia.

Allegri mengaku takjub melihat perayaan yang dilakukan sekitar 80 ribu pendukung Milan mulai dari Piazza Dumo sampai San Siro. "Benar-benar luar biasa. Ini adalah pengalaman pertama bagi saya," kata Allegri.

Dalam paradenya sebelum pertandingan, para pemain Milan secara tersirat mengejek klub rival, Inter Milan, melalui spanduk yang mereka bentangkan. Tulisan dalam spanduk tersebut berbunyi: '18 Scudetto. Semuanya Dimenangkan Di Atas Lapangan'

Inter memang memiliki jumlah gelar yang sama dengan Milan, yakni 18. Akan tetapi gelar I Nerazzuri musim 2005/2006 diperoleh karena pemberian setelah Juventus, klub yang menjuarai Seri A musim tersebut, tersangkut skandal Calciopoli.

Partai di San Siro tersebut ditandai dengan kembalinya penyerang oportunis, Filippo Inzaghi, setelah absen sejak November tahun lalu karena cedera ligamen lutut. Masuknya pemain berusia 38 tahun tersebut menggantikan Alexandre Pato mendapatkan sambutan meriah dari para suporter Milan.

Usai pertandingan, pemain Italia dengan rekor gol terbanyak di Eropa tersebut kembali menyatakan keinginannya mengakhiri karirnya di Milan. "Saya berharap bisa memakai kostum ini setidaknya selama setahun lagi," kata Inzaghi.

Gelandang Milan, Kevin Prince-Boateng, menepati janjinya untuk bergoyang 'moonwalker' ala Michael Jackson di rumput San Siro. Hal tersebut dilakukan pemain timnas Ghana tersebut usai perayaan para pemain, pelatih, staf sampai presiden Milan yang ditandai dengan pengangkatan trofi Scudetto oleh sang kapten, Massimo Ambrosini.

Sementara itu, Clarence Seedorf, mengatakan kunci keberhasilan musim ini adalah kebersamaan para pemain I Rossoneri di masa-masa sulit. "Mengenai masa depan saya? Akan terdapat pembicaraan pekan depan," ujar pemain berusia 35 tahun tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA