Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Rafa Kenang Keajaiban Final Liga Champions Bersama Liverpool

Selasa 10 Dec 2019 16:53 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Agung Sasongko

Rafael Benitez

Rafael Benitez

Foto: EPA-EFE/Neil Hall
Liverpool mengalahkan Ac Milan di Final Liga Champions 2005.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Rafael Benitez mengenang pertandingan final Liga Champions 2005 saat masih melatih Liverpool. Benitez mengungkapkan pertandingan melawan AC Milan itu penuh dengan keajaiban. Sebab the Reds bisa bangkit dari ketinggalan tiga gol di babak pertama.

Dari catatan, Liverpool tuntas di posisi kelima Liga Premier di bawah rival sekotanya, Everton musim itu. Tapi the Reds bisa mencapai fase final kompetisi terketat antar klub Eropa berkat dua kali clean sheets saat melawan Chelsea dan Juventus.

Pola bertahan Liverpool yang lemah sempat dimanfaatkan pelatih AC Milan Carlo Ancelotti sepanjang babak pertama final liga Champions. Tapi Benitez mengandalkan Steven Gerrard dan Xabi Alonso di lini tengah demi menutup kelemahan itu. Plus Harry Kewell dan Milan Baros sebagai ujung tombak penggedor pertahanan AC Milan. Tapi apa daya, mereka terseok di babak pertama.

Baca Juga

"Pada akhirnya, ini adalah sebuah kesalahan. Bukan karena Harry, tapi karena posisi Kaka. Dia menghantam kami dari jarak dekat karena Stevie maju ke depan," kenang Benitez dilansir dari Sky Sports pada Selasa, (10/12).

Benitez mengakui penampilan luar biasa Kaka saat itu. Bahkan dugaannya untuk meredam Kaka dengan dua gelandang ternyata salah kaprah. "Saya kira bisa mengontrolnya dengan dua gelandang. Tapi ketika kami maju, ruang belakang kami kosong. Stevie dan Xabi tak bisa mengatasi Kaka," ungkap Benitez.

Kegagalan meredam Kaka berdampak pada ketertinggalan Liverpool hingga tiga gol di babak pertama. Dua gol dilesatkan Hernan Crespo dan satu lagi oleh Paolo Maldini. Lantaran tertinggal jauh,

Benitez lalu menyiapkan kata-kata penyemangat meski peluit akhir babak pertama belum berbunyi. Lalu di awal babak kedua, Liverpool melakukan pergantian pemain. Dietmar Hamann masuk menggantikan Steve Finnan. Benitez juga mengubah formasi menjadi 3-5-2 formation.

Setelahnya, anda sudah tahu bagaimana arah permainan ini di sejarah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA