Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Ini Alasan Indra Sjafri tak Mainkan Todd Sejak Babak Pertama

Senin 22 Okt 2018 00:24 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Endro Yuwanto

Gelandang Tim Sepak Bola Indonesia  Todd Rivaldo Ferre  menggiring bola saat melawan Qatar dalam pertandingan grup a Piala AFC U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (21/10).

Gelandang Tim Sepak Bola Indonesia Todd Rivaldo Ferre menggiring bola saat melawan Qatar dalam pertandingan grup a Piala AFC U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (21/10).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Kualitas Todd tak mempan jika menghadapi lawan yang masih dalam kondisi segar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peran gelandang serang pengganti, Todd Rivaldo Ferre, tampak cemerlang di barisan depan timnas Indonesia U-19. Bintang muda milik Persipura Jayapura itu membuat takjub setelah tiga golnya berhasil bersarang ke gawang Qatar U-19. Sayang, pelatih timnas U-19 Indra Sjafri tak memainkan Todd sejak awal babak pertama.

Namun pelatih 55 tahun itu mengatakan, Todd memang tak disiapkan sebagai pemain pertama dalam setiap laga skuat Garuda Muda. “Todd sebagai starter (pemain utama) kurang efektif. Dia akan lebih efektif kalau bermain sebagai pengganti,” ujar Indra usai laga antara Indonesia U-19 vs Qatar U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Ahad (21/10).

Laga kedua tim tersebut menjadi pertandingan kedua babak penyisihan Grup A Piala AFC U-19 2018. Hasilnya, Indonesia dipaksa menyerah oleh Qatar lewat drama 11 gol dengan skor 5-6.

Meski kalah, acungan jempol layak diberikan kepada Todd. Karena perannya yang membuat Indonesia tak patah arang meski keberuntungan berbicara lain.

Indra memainkan Todd pada menit ke-55, menggantikan striker Muhammad Rafli Mursalim yang masih tampak mandul dalam dua laga terakhir. Todd masuk ke lapangan saat Indonesia sudah tertinggal skor 1-6. 

Enam gol ke gawang Indonesia terjadi pada menit ke-11 dan 51 oleh penyerang Qatar Hashim Ali. Lainnya, dicetak oleh striker Abdulrasheed Umaru pada menit ke-13, 40, dan 56, serta gol gelandang Mohammed Waad Albayati pada menit ke-23. Sebelum Todd masuk ke lapangan, satu gol balasan Indonesia terjadi pada menit ke-28 lewat tendangan bebas Muhammad Luthfi Baharsyah.

Hadirnya Todd di lini serang terbukti ampuh membuat para pemain Qatar pontang-panting menahan agresivitas permainan Garuda Muda. Todd berusaha mengejar ketertinggalan lewat tiga gol yang ia cetak pada menit ke-65, 73, dan 81. Satu gol Indonesia lainnya milik Saddil Ramdhani yang terjadi pada menit ke-69.

Sayang kerja keras Todd bersama awak Garuda Muda memburu hasil imbang tak makbul. Pertandingan berakhir dengan skor 5-6. Kritikan kepada Indra Sjafri lantaran tak memainkan Todd sejak babak pertama pun dilayangkan.

Indra mengatakan, Todd punya kualiatas individu dan daya banting yang kuat di lini pertahanan lawan. Todd punya kecepatan yang mampu mengobrak-abrik permainan lawan saat menyerang.

Hanya, kata Indra, kualitas bermain yang dimiliki Todd tak mempan jika berhadapan dengan pemain lawan yang masih dalam kondisi bugar. “Saya sebagai pelatih tahu persis kualitas pemain saya. Beberapa kali uji coba, Todd tidak efektif kalau bermain di babak pertama saat lawan masih prima,” kata dia.

Karena itu, Indra memang kerap memasang Todd sebagai pemain cadangan sebagai alternatif penyerang menggantikan Rafli Mursalim atau Hanis Saghara. Pun sebagai pelapis gelandang serang seperti saat Indonesia membungkam Cina Taipei 3-1 di pertandingan pertama penyisihan Grup A pekan lalu.

Di pertandingan mendatang, Rabu (24/10), Indonesia akan menghadapi tim berat dari Timur Tengah lainnya, yakni Uni Emirat Arab (UEA) U-19. Laga tersebut menjadi pertandingan hidup-mati bagi skuat Garuda Muda jika masih menghendaki lolos grup.

Peran krusial Todd saat menghadapi Qatar kali ini bisa saja menjadi alasan Indra memainkannya sejak babak pertama di laga mendatang. Tetapi Indra mengatakan, paling penting saat ini mengevaluasi lini pertahanan Garuda Muda. Karena, menurut dia, kesalahan paling fatal dari kekalahan 5-6 saat menghadapi Qatar karena kualitas buruk yang ditampilkan sejumlah pemain belakangnya. Terutama di lini bek tengah yang dijaga oleh Nurhidayat Haji Haris dan Rachmat Irianto.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Persija Menang 3-0 Atas Persela

Selasa , 20 Nov 2018, 20:53 WIB