Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Potensi Kejutan Cina Taipei dan Antisipasi Timnas U-19

Kamis 18 Oct 2018 15:24 WIB

Red: Israr Itah

Pelatih Cina Taipei U-19 Vom Ca Nhum.

Pelatih Cina Taipei U-19 Vom Ca Nhum.

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Persiapan tim asuhan Vom Ca Nhum menuju Piala AFC U-19 tidak maksimal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada dua alasan mengapa Cina Taipei yang menjadi lawan pertama Indonesia di Grup A Piala AFC U-19 , Kamis (18/10), bisa dikatakan tim paling tidak diunggulkan lolos. Alasan pertama, sejak Piala AFC U-19 pertama kali bergulir pada 1959, Cina Taipei hanya sekali menorehkan catatan apik, yakni merebut tempat ketiga pada 1966 di Filipina. 

Setelah itu pada delapan keikutsertaan lainnya di turnamen serupa, Cina Taipei tidak dapat keluar dari penyisihan grup. Sebagai catatan, Cina Taipei terakhir kali tampil di Piala AFC U-19 pada 1974 sebelum kembali mentas tahun ini.

Kedua, persiapan tim asuhan Vom Ca Nhum menuju Piala AFC U-19 tidak maksimal. Vom mengakui timnya memiliki persiapan singkat yang tidak terlalu bagus. "Bahkan sebagai tim kami minim pertandingan uji coba internasional," tutur dia.

Sementara timnas U-19 memiliki prestasi yang lebih baik di Piala AFC U-19. Indonesia pernah juara pada 1961, Indonesia bahkan sempat melangkah ke Kejuaraan Remaja FIFA, cikal bakal Piala Dunia U-20 pada 1979, bermodal status perempat final pada Piala AFC U-19 1978.

Selain itu, tim Indonesia yang kini dilatih Indra Sjafri juga mendapatkan pengalaman yang cukup berharga dari empat pertandingan uji coba internasional, yakni menghadapi Thailand, Cina, Arab Saudi, dan Yordania.

Cina dianggap mewakili kekuatan Asia Timur, kawasan yang menjadi asal tim Cina Taipei. Sementara dari Arab Saudi dan Yordania, Indonesia dinilai bisa memperkirakan kekuatan kesebelasan Timur Tengah sebagai modal menghadapi Uni Emirat Arab dan Qatar di Grup A Piala U-19 Asia.

Meski demikian, Cina Taipei tidak boleh dipandang sebelah mata, sebab di Piala U-19 Asia mereka diperkuat setidaknya tiga pemain yang menimba ilmu di Eropa. Mereka adalah Miguel Filip Sandberg dan Karl Fredik Josefsson yang bermain di Swedia, serta William Rupert James Donkin yang merumput untuk tim muda klub Liga Inggris Crystal Palace.

Memang, berlatih dan berlaga di Eropa bukan jaminan seorang pemain dapat berpengaruh besar di tim, tetapi mentalitas, fisik dan teknik mereka yang ditempa di ketatnya persaingan sepak bola Benua Biru patut diwaspadai.

Di sinilah kejutan itu bisa terjadi, karena tidak jarang hasil akhir laga sepak bola ditentukan oleh kualitas individu pemain. William Donkin, misalnya, meski masih berusia 17 tahun, pria blasteran ini memiliki segudang pengalaman, bahkan sudah delapan kali memperkuat tim senior Cina Taipei.

Timnas U-19 yang juga diperkuat pemain liga Eropa Egy Maulana dari klub Liga Polandia Lechia Gdansk, tentu harus mewaspadai hal itu. Pemain bertipikal Eropa biasanya dikenal kuat dan sulit diadang secara fisik. Butuh kerja sama dan kesolidan tim untuk menghentikan mereka.

Barisan pertahanan Indonesia yang kemungkinan besar diisi Nurhidayat Haji Haris, Rahmad Irianto, Asnawi Mangkualam, dan Firza Andika harus lebih berhati-hati memantau pergerakan lawannya.

Pelatih Indra Sjafri pun sepertinya lebih cocok menggunakan formasi 4-2-3-1. Alih-alih formasi menyerang 4-3-3 untuk meredam lini tengah Cina Taipei yang diisi Donkin sekaligus menekan pemain bertahan lawan. 

Dua gelandang tengah di depan bek bisa diisi oleh Muhammad Luthfi Kamal dan Syahrian Abimanyu. Sementara Witan Sulaiman diplot sebagai gelandang serang di belakang penyerang dan Saddil Ramdani serta Egy Maulana Vikri mengisi sisi kiri-kanan. 

Untuk penyerang utama, Indra sepertinya lebih baik menurunkan Muhammad Rafli Mursalim yang dapat menjadi pemantul bola. Rafli memiliki kemampuan sundulan baik dan itu membuat dia menjadi target man, pembuka ruang bagi Saddil, Egy dan pemain lainnya. 

Namun, itu semua bergantung pada pelatih Indra Sjafri yang kerap menerapkan strategi penguasaan bola dengan umpan-umpan pendek. Pelatih asal Sumatra Barat itu juga mengantisipasi bola mati agar tidak membawa hasil negatif dari pertandingan kontra Cina Taipei.

"Akhir-akhir ini kami juga terus memperbaiki kualitas pertahanan," kata Indra.

Pertandingan Grup A Piala U-19 Asia 2018, timnas U-19 Indonesia kontra Cina Taipei berlangsung pada Kamis (18/10) mulai pukul 19.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Pada hari yang sama, Grup A akan terlebih dahulu mempertandingkan Uni Emirat Arab menghadapi Qatar mulai pukul 16.00 WIB juga di SUGBK. 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA