Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Erdogan Buka Suara Soal Oezil

Kamis 27 Sep 2018 07:10 WIB

Rep: MGROL110/ Red: Israr Itah

  Mesut Oezil dan Ilkay Guendogan bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Mesut Oezil dan Ilkay Guendogan bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Foto: Presidential Press Service/Pool via AP)
Ia menilai ada standar ganda yang dimainkan publik Jerman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akhirnya buka suara soal hujatan rakyat Jerman kepada Mesut Oezil dan Ilkay Guendogan karena bertemu dengannya. Ia menilai ada standar ganda yang dimainkan publik Jerman atas masalah ini.

Oezil dan Guendogan yang berdarah Turki, dikritik habis-habisan setelah foto keduanya dengan Erdogan beredar. Mereka bertemu saat Erdogan melakukan kunjungan ke London, sebelum Piala Dunia Rusia 2018.

Kekalahan Die Mannschaft pada fase grup Piala Dunia menjadi salah satu penyulut masalah itu semakin besar. Erdogan mengaku tidak mengerti dengan penilaian publik Jerman.

Ia beranggapan demikian karena rakyat Jerman tidak semarah itu saat Legenda Der Panzer, Lothar Matthaus, bertemu dan berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Putin adalah seseorang yang sangat dibenci publik Jerman karena sepak terjangnya.

"Seperti yang Anda tahu, Lothar Matthaus bertemu dengan Vladimir Putin. Para pemain kami juga harus bisa bertindak dengan hati nurani yang bersih. Saya menyesali orang-orang yang mengkritik itu,” kata Erdogan kepada Funke Mediengruppe, dikutip dari Four Four Two, Rabu (26/9).

Erdogan mengatakan, ia dan Oezil sebelumnya juga pernah bertemu beberapa kali dalam kesempatan yang berbeda. Sebab, ia sendiri sering bertemu warga keturunan Turki saat berkunjung ke berbagai negara. Ini membuat Erdogan bertanya-tanya alasan pertemuannya dengan playmaker Arsenal tersebut menjadi masalah.

“Mesut adalah seseorang yang tinggal di London. Mengapa saya tidak boleh bertemu dengannya saat saya di sini?” tanyanya.

Ia mengaku tidak mengerti dengan pemikiran masyarakat Jerman yang mengkritik Oezil dan Guendogan. Menurutnya tidak ada salahnya jika keduanya merasa terikat, karena Turki adalah tempat lahir dan negara orang tua mereka berasal.

"Haruskah kita, jika seorang pesepak bola Jerman yang bermain di negara kami berfoto dengan Nyonya Merkel, maka kita harus menghakimi dia? Logika ini tidak bisa dimengerti," tegasnya.

Oezil memutuskan mundur dari timnas Jerman. Dalam surat terbukanya beberapa waktu lalu, Oezil merasa ia tidak diperlakukan semestinya dan mendapatkan perlakuan rasialis. Erdogan percaya bahwa keputusan Oezil mundur sah-sah saja akibat berbagai komentar negatif yang diterimanya.

"Kami bangga dengan sesama warga kami yang tinggal di Jerman, faktanya Mesut Ozil mengatakan: 'Saya bermain untuk Jerman, tetapi membawa Turki di hati saya'.Dia tidak meninggalkan tim nasional Jerman tanpa alasan, dan siapa pun yang berjuang dengan serangan rasis dan penghinaan akan menunjukkan reaksi yang sama," kata Erdogan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA