Sabtu, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Sabtu, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Penggawa Madrid Bersinar di Timnas Spanyol Asuhan Enrique

Rabu 12 September 2018 22:41 WIB

Red: Endro Yuwanto

Luis Enrique

Luis Enrique

Foto: AP Photo/Daniel Tejedor
Sergio Busquets jadi satu-satunya pemain Barcelona yang dimasukkan dalam tim Enrique.

REPUBLIKA.CO.ID, ELCHE -- Masa keemasan tim nasional (timnas) Spanyol sering digambarkan sebagai skuat yang dibangun di atas basis pemain klub Barcelona. Tapi, anggapan tersebut sekarang berbalik menjadi atas dasar pemain klub Real Madrid setelah Spanyol menghancurkan Kroasia 6-0 pada pertandingan Rabu (12/9).

Empat dari enam gol yang dicetak Spanyol dalam pertandingan UEFA Nations League di Elche itu berasal dari pemain Madrid. Tak hanya itu, enam pemain dari 11 pemain inti timnas Spanyol untuk pertama kalinya dalam 16 tahun dihuni penggawa El Real.

Sebelumnya, sempat beredar kekhawatiran yang diembuskan oleh media Spanyol ketika mantan pelatih Barcelona Luis Enrique ditunjuk sebagai pelatih nasional. Enrique dikhawatirkan akan mengabaikan pemain asal Real Madrid karena persaingan Barcelona dengan Real Madrid.

Namun yang terjadi justru mengejutkan, karena gelandang Sergio Busquets menjadi satu-satunya pemain Barcelona yang dimasukkan dalam tim oleh Enrique. Situasi tersebut sangat berbeda dari ketika Spanyol memenangi Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012 karena terdapat enam pemain Barcelona sebagai pemain inti di setiap pertandingan final itu.

Penyerang Real Madrid Marco Asensio mendominasi berita utama dengan mencetak dua gol saat menghadapi Kroasia. Namun gol keduanya secara resmi dinyatakan sebagai gol bunuh diri penjaga gawang Kroasia Lovre Kalinic. Asensio pun melakukan tiga assist.

Rekan tim klub Asensio, Sergio Ramos dan Isco juga mencetak gol untuk memberikan kekalahan terbesar dalam sejarah Kroasia. Gol pembuka Spanyol telah dicetak oleh pemain Atletico Madrid Saul Niguez, tetapi gol itu terjadi tidak terlepas dari umpan silang pemain Real Madrid Dani Carvajal.

Sebagai pemain, Enrique pernah membela Real Madrid selama lima musim kompetisi. Tapi ia membuat langkah kontroversial pada 1996 ketika memutuskan untuk bergabung dengan Barcelona, musuh utama Real Madrid.

Enrique kemudian menghabiskan sisa kariernya bersama Barcelona, termasuk sebagai pelatih dari 2014 sampai 2017. "Saya tidak tahu kalau saya telah memilih enam pemain Real Madrid, bagi saya mereka bermain untuk tim nasional Spanyol," kata Enrique saat konferensi pers. "Jika basis dari tim adalah Real Madrid, saya pikir itu baik-baik saja. Saya hanya melihat satu kostum, yaitu seragam tim Spanyol."

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES