Saturday, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Saturday, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Loew Akui Buat kesalahan di Piala Dunia 2018

Rabu 29 August 2018 21:39 WIB

Red: Israr Itah

Joachim Loew

Joachim Loew

Foto: AP Photo/Matthias Schrader
Ini membuat Jerman tersingkir di fase grup Piala Dunia dalam 80 tahun terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, MUENCHEN -- Pelatih timnas Jerman Joachim Loew mengakui membuat beberapa kesalahan yang berkontribusi pada kegagalan mereka di Piala Dunia 2018. Akan tetapi, ia memilih hanya melakukan sedikit perubahan di skuat untuk pertandingan-pertandingan internasional bulan depan dengan mengatakan keseimbangan dan usia muda sebagai hal utama.

Loew menilai, Jerman yang tersingkir paling awal semestinya tidak memainkan pertandingan dengan gaya penguasaan bola. Sebab, tim-tim dengan serangan balik mampu meraih kesuksesan di turnamen bergengsi yang menerapkan sistem gugur setelah fase grup. Ini membuat Jerman tersingkir di fase grup Piala Dunia dalam 80 tahun terakhir.

"Penguasaan bola di liga merupakan hal penting namun di ajang-ajang gugur diperlukan adaptasi. Itu merupakan kesalahan terbesar saya," kata Loew kepada para pewarta. "Itulah yang saya yakini dengan permainan penguasaan bola dominan ini, bahwa kami akan melaju dari fase grup."

Ia mengatakan, semestinya menyadari bahwa yang Jerman perlukan adalah lebih sedikit mengambil risiko. Akan tetapi, ia justru meminta lebih banyak risiko kepada para pemainnya.

Ia juga mengaku gagal menerapkan rasa terdesak dan hasrat tinggi di antara para pemainnya, yang kalah dua kali dari tiga pertandingan fase grup. "Setelah kemenangan pada 2014 dan berada di puncak, kali ini kami gagal... untuk menyalakan api-api besar sehingga semua orang merasakan antusiasme ini," kata Loew.

"Kami sekarang harus menemukan kombinasi yang tepat, stabilitas lebih, dan merestorasi keseimbangan antara serangan dan pertahanan."Di antara para pemain yang dipanggil untuk pertandingan Liga Bangsa-Bangsa Eropa (UEFA Nations League) melawan Prancis pada 6 September dan pertandingan persahabatan melawan Peru tiga hari kemudian merupakan darh muda. Mereka, yakni Leroy Sane, Nils Petersen, dan Jonathan Tah, serta pendatang baru Kai Havertz, yang masih berusia 19 tahun, dan Thilo Kehrer, 21 tahun, serta pemain 25 tahun Nico Schulz.

Ia juga memasukkan Ilkay Guendogan, yang banyak mendapat kritik karena berfoto bersama Presiden Turki Tayyip Erdogan sebelum Piala Dunia. Loew mengatakan, Guendogan menderita karena masalah yang membayang-bayangi penampilan mereka di Piala Dunia. Ia juga mengatakan bahwa pengalaman diperlukan di skuatnya.

"Pengalaman merupakan dasar yang sangat penting bahkan untuk awal yang baru," kata Loew. "Dan kemudaan, pemain-pemain dinamis yang lapar dapat membantu kami pada tugas-tugas penting di depan kami."

Sane, Petersen, dan Tah dicoret dari skuat final yang pergi ke Piala Dunia di Rusia pada Juni lalu. Padahal Sane terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik di Liga Inggris musim lalu setelah membantu City memenangi gelar liga. 

Loew mencoret gelandang Sami Khedira, pemenang Piala Dunia 2014, dan Sebastian Rudy untuk pertandingan-pertandingan bulan depan. Namun tetap mempercayakan sejumlah pemain yang tampil kurang bagus di Rusia, di mana 17 dari 23 pemain masuk bagian di skuatnya.

Sumber : Antara/Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES