Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

FIFA Lakukan 3.000 Tes Doping Selama Piala Dunia 2018

Jumat 13 July 2018 18:04 WIB

Red: Didi Purwadi

FIFA

FIFA

Foto: REUTERS
FIFA mengumpulkan 2.761 sampel sebelum turnamen Piala Dunia 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- FIFA melakukan 3.000 tes anti-doping sebelum dan selama penyelenggaraan Piala Dunia 2018. Hasilnya, tidak ada hasil positif dari tes anti-doping tersebut.

FIFA mengumpulkan 2.761 sampel sebelum turnamen dan 626 lainnya selama Piala Dunia. Itu termasuk 108 sampel yang dikumpulkan saat non-pertandingan. Langkah ini sebagai bagian dari program pengujian Piala Dunia terbesar yang pernah ada.

Tes reguler dilengkapi FIFA dengan menggunakan program paspor biologis atlet dalam sistem "ADAMS" di WADA. Semua hasil tes, termasuk yang berasal dari konfederasi dan NADO yang dikumpulkan di ajang sepak bola internasional utama serta kompetisi nasional, dikumpulkan dalam paspor atlet di ADAMS.

''Hasil tes tersebut menampilkan modul hematologis (melalui darah) dan modul steroid (melalui urin)," kata FIFA dalam sebuah pernyataannya.

Unit Manajemen Paspor Atlet FIFA, yang terdiri dari para ahli independen, meninjau data pemain untuk mendeteksi potensi penyimpangan yang dapat mengindikasikan penyalahgunaan obat perangsang kinerja. Hal ini berlaku untuk semua pemain yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA.

Untuk turnamen tahun ini, setiap pemain yang berpartisipasi diuji dalam kontrol tanpa pemberitahuan sebelum kompetisi dan tes sistematis lebih lanjut telah dilakukan sepanjang waktu itu, baik dengan kontrol pasca-pertandingan dan pada non-pertandingan. Sekitar 90 persen dari semua tes yang menjadi target, berdasarkan sejumlah kriteria, termasuk rekomendasi dari Unit Manajemen Paspor Atlet, potensi cedera yang dialami oleh pemain, data kinerja dan riwayat tes atlet.

Rata-rata setiap pemain dari empat tim yang tersisa telah diuji 4,41 kali sejak Januari. Beberapa dari mereka diuji delapan kali.

Ada satu temuan analitis yang tidak cocok, tetapi pemain itu memiliki pengecualian penggunaan terapeutik untuk zat yang terdeteksi. Ada juga tiga temuan atipikal. Hal ini terjadi ketika sampel memerlukan penyelidikan lebih lanjut oleh Unit Anti-Doping FIFA sebelum penentuan temuan analitis yang merugikan.

Semua sampel yang dikumpulkan akan disimpan selama kurun waktu 10 tahun. Tersedia untuk pengujian ulang di masa mendatang.

Sumber : Antara/Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Foto Udara Mina, Arafah dan Makkah

Selasa , 21 August 2018, 11:11 WIB