Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Kapten Jerman: Kami Memang Layak Jadi Juara

Senin 03 July 2017 06:39 WIB

Rep: Gilang Akbar Prambadi, Rahayu Subekti/ Red: Andri Saubani

Kapten timnas Jerman, Julian Draxler (tengah) mengangkat trofi Piala Konfederasi 2017 bersama rekan setimnya. Jerman mengalahkan Cile pada laga final di Moskow, Senin (3/7) dini hari WIB.

Kapten timnas Jerman, Julian Draxler (tengah) mengangkat trofi Piala Konfederasi 2017 bersama rekan setimnya. Jerman mengalahkan Cile pada laga final di Moskow, Senin (3/7) dini hari WIB.

Foto: EPA/Yuri Kochetkov

REPUBLIKA.CO.ID, SAINTPETERSBURG -- Kapten timnas Jerman, Julian Draxler jadi bintang pada ajang Piala Konfederasi 2017. Usai mengantarkan tim Panser juara dengan mengalahkan Cile 1-0 di final, Senin (3/7) dini hari WIB, Draxler mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik sepanjang turnamen.

Penghargaan bola emas yang diraihnya ini pun jadi sebuah kebanggan bagi Draxler. Terlebih, ini merupakan pengalaman pertamanya memimpin skuat Jerman di sebuah turnamen. "Bagi saya pribadi ini merupakan langkah penting untuk karier. Apalagi saya menjadi kapten dan kami bisa jadi juara," kata Draxler kepada SID, dikutip Senin.

Gelandang 23 tahun ini mengatakan, skuat Jerman yang mengikuti Piala Konfederasi memang masih sangat muda. Ia menyadari, timnya sempat diragukan bisa bicara banyak pada ajang yang dilangsungkan di Rusia ini. Terlebih, para kontestan lainnya datang dengan skuat utama.

Baca juga, Skuat Muda Jerman Jadi Juara, Loew: Ini Sangat Memuaskan.

Tapi menurutnya, di bawah tangan dingin Joachim Loew tim muda Jerman bisa menunjukkan kinerja mengangumkan. "Luar biasa, ini merupakan turnamen yang berat tapi kami memang layak menang. Keberhasilan ini kian menyenangkan karena kami melakukannya dengan tim nonreguler. Akhirnya kini kami bisa pulang dan menikmati liburan," kata Draxler.

Dengan kemenangan atas Cile pada final di Stadion Stadion Krestovskyi tadi, artinya Jerman sukses mengalahkan seluruh lawan pada ajang ini. Sebelumnya, Jerman menekuk juara Piala Asia 2015 Australia, juara Piala Afrika 2017 Kamerun pada babak penyisihan. Satu laga pada babak penyisihan lainnya adalah melawan Cile. Saat itu skor berakhir 1-1. Kemudian pada babak semifinal Jerman melumat kampiun Piala Emas 2015 Meksiko dengan skor mencolok 4-1.

Berbeda dengan Jerman, kapten Chile, Claudio Bravo jusru merasa tidak banyak perbedaan antara timnya dengan Jerman. “Kami sedih tidak menang, tapi kami bermain melawan tim kelas dunia dan harus belajar dari kesalahan kami,” jelasnya, dikutip BBC.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES