Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Mantan Presiden FIFA Tersandung Suap

Kamis 12 Jul 2012 14:43 WIB

Rep: Erik Purnama Putra/ Red: Dewi Mardiani

Ketua FIFA Sepp Blatter

Ketua FIFA Sepp Blatter

Foto: compasscayman.com

REPUBLIKA.CO.ID, NYON — Dua mantan pejabat teras FIFA yang memiliki hubungan keluarga tersangkut skandal suap. Mantan presiden FIFA asal Brasil, Joao Havelange, menurut Mahkamah Federal Swiss, dilaporkan telah menerima suap untuk pertandingan Piala Dunia dengan nilai 1,64 juta poundsterling atau Rp 23,88 miliar.

Adapun mantan presiden Asosiasi Sepak Bola Brasil (CBF) Ricardo Teixeira—menantu Havelange—disebutkan juga menerima suap yang sama. Nilai suapnya sebesar 13 juta dolar AS alias Rp 189,39 miliar.

Dana itu diterima Teixeira periode 1992 hingga 1997 saat menjabat anggota Komite Eksekutif FIFA sebagai pembayaran atas pemasaran Piala Dunia. FIFA, secara mengejutkan, menerbitkan dokumen pengadilan yang menbeberkan secara rinci keterlibatan kedua orang itu yang mendapat dana dari International Sport dan Leisure (ISL). ISL didirikan pada 1970 menjadi alat pemasaran olahraga, sementara juga bekerja sama dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Havelange adalah anggota IOC pada 1963 dan kemudian menjadi presiden FIFA pada 1974 hingga 1998. Sementara, Teixeira baru mengundurkan diri sebagai presiden CBF dan ketua Komite Organisasi Brasil untuk Piala Dunia 2014 menyusul rentetan tuduhan korupsi. Dokumen setebal 41 halaman tersebut membuka bobrok Havelange yang menerima pembayaran ilegal pada 1997, satu tahun sebelum digantikan oleh Sepp Blatter.

Menurut dokumen itu, suap itu diduga terjadi sebagai balas jasa pihak ISL atas hak pemasaran dari di masing-masing wilayah atau konfederasi di bawah koordinasi FIFA.  Makin banyaknya pihak yang mendesak agar kasus itu dibongkar ke publik membuat Presiden FIFA Sepp Blatter tersirat merestui dibeberkannya dokumen itu.

Keputusan Mahkamah Federal Swiss secara tegas menyatakan, hanya ada dua pejabat asing yang terlibat kasus itu dan tidak ada pejabat dari Swiss yang terlibat di dalamnya. “FIFA merasa senang bahwa dokumen terkait dengan ISL sekarang bisa diakses publik,” ujar pihak FIFA kepada BBC.

Dengan munculnya kabar negatif itu bisa jadi kondisi Havelange makin memburuk . Ia sekarang masih menjabat presiden kehormatan FIFA dan sedang menjalani perawatan intensif di Rio De Janiero akibat penyakit infeksi persendian tulang (septic arthritis).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA