Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Giroud: Homoseksual tak Mungkin Diterima dalam Sepak Bola

Sabtu 17 Nov 2018 16:25 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

SelebrasiOlivier Giroud setelah mencetak gol untuk Prancis.

SelebrasiOlivier Giroud setelah mencetak gol untuk Prancis.

Foto: AP Photo/Thibault Camus
Sulit membayangkan ada gay dalam satu ruangan di ruang ganti pemain.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Striker Prancis Oliver Giroud percaya tidak mungkin homoseksual akan diterima oleh sepak bola. Bahkan, ide homoseksual di olahraga sangat jauh diterima. Ia yakin pemain gay akan dikucilkan.

Pemain berusia 32 tahun itu mencontohkan apa yang terjadi pada mantan pemain internasional Jerman Thomas Hitzlsperger, yang kembali dari pensiun dini pada awal 2014. ''Saat saya melihat Thomas Hitzlsperger, itu sangat emosional. Itu adalah yang membuat saya saat ini berpikir bahwa tidak mungkin sepak bola akan terbuka untuk homoseksual,'' kata Giroud dikutip dari ESPN, Sabtu (17/11).

Penyerang Chelsea ini menyatakan, di ruang ganti, ada banyak pria dan tempat mandi bersama. Sehingga sulit rasanya membayangkan ada gay dalam satu ruangan tersebut. Meskipun ia memahami luka dan kesulitan dari orang-orang yang telanjur jadi homoseksual untuk melepaskan diri. ''Itu tantangan yang sebenarnya dan butuh bertahun-tahun untuk berhasil,'' jelasnya.

Giroud juga mengungkapkan, homoseksual bukan hanya terjadi secara individu, namun klub juga ada yang mendukung hal tersebut. Saat bergabung dengan Montipellier, ia bahkan harus berjuang untuk toleransi yang ditulis oleh majalah gay, Tetu. Sementara di Arsenal, ia sempat menggunakan simbol pelangi di tali sepatunya sebagai dukungan terhadap komunitas gay.

Bahkan, klub Liga Primer Inggris dan Liga Inggris EFL kembali akan menunjukkan dukungan untuk komunitas gay akhir bulan ini. Para pemain akan mengenakan tali sepatu atau renda, bendera di sudut lapangan, dan ban kapten dengan warna pelangi. Klub Liga Inggris akan melakukannya pada dua pertandingan dari 30 November dan klub EFL pada pertandingan tertentu antara 24 November dan 1 Desember.

''Masih banyak hal yang harus dikerjakan untuk menyelamatkan dunia sepak bola dari topik yang dikucilkan ini. Paling tidak itu yang bisa saya katakan,'' kata Giroud menegaskan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA