Minggu, 9 Rabiul Akhir 1440 / 16 Desember 2018

Minggu, 9 Rabiul Akhir 1440 / 16 Desember 2018

Serena Williams Jadi Unggulan, Cibulkova Terkena Imbasnya

Kamis 28 Jun 2018 15:40 WIB

Red: Didi Purwadi

Serena Williams

Serena Williams

Foto: REUTERS/Toby Melville
Williams terhindar dari nama-nama besar setidaknya sampai putaran ketiga.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Nuansa pertandingan antara juara Wimbledon tujuh kali, Serena Williams, dengan petenis peringkat satu dunia, Simona Halep, pada putaran pertama Wimbledon dicoret pada Rabu ketika petenis AS itu menjadi unggulan ke-25. Perdebatan memanas mengenai apakah petenis 36 tahun dengan 23 gelar Grand Slam itu, yang posisinya di peringkat WTA turun sehingga hanya menduduki urutan 183 karena absen melahirkan, semestinya dapat naik untuk menghuni posisi unggulan.

Dengan keputusan Komite All England Club ini maka Williams, pemenang pada 2016 namun absen pada tahun lalu karena hamil, akan terhindar dari nama-nama besar setidaknya sampai putaran ketiga. Halep merupakan unggulan teratas pada kategori tunggal putri, di mana juara 2017 Garbine Muguruza menduduki urutan ketiga.

Sedangkan juara bertahan kategori putra, Roger Federer, menduduki posisi unggulan teratas. Meski petenis Spanyol, Rafael Nadal, merebut posisi pemuncak peringkat pada pekan ini.

Ketika komite bertemu pada Selasa, isu mengenai apakah undian akan menuruti peringkat WTA, kriteria yang biasa dipakai untuk menentukan unggulan pada kategori tunggal putri, dan mendongkrak Williams merupakan agenda utama mereka. Mereka mendasarkan pada hak untuk mengganti unggulan putri agar dapat menghasilkan undian yang seimbang. Williams, yang peringkatnya yang terlindungi tidak menjamin posisi unggulan, jelas merupakan kasus khusus.

Pada Prancis Terbuka bulan lalu, ketika ia menghuni peringkat 451, ia bukan petenis unggulan dan menghadapi unggulan ke-17 asal Australia Ashleigh Barty pada putaran kedua. Williams mampu menang dalam tiga set.

Ketika banyak pihak mengatakan Williams, yang hanya memainkan tujuh pertandingan kompetitif sejak melahirkan putrinya Alexis Olympia pada September silam, semestinya tidak dihukum karena menghabiskan banyak waktu untuk memulai kehidupan berkeluarga. Sebagian pihak lain mengatakan jika dirinya menjadi unggulan itu merupakan hal yang tidak adil.

Mantan finalis Australia Terbuka asal Slovakia, Dominika Cibulkova, merupakan petenis yang paling tidak mendapat keuntungan dari keputusan untuk menjadikan Williams sebagai unggulan. Ia menghuni posisi ke-32 di daftar peringkat dan akan menduduki spot unggulan terakhir.

Cibulkova kini berpotensi bertemu Halep atau Williams pada putaran pertama. "Menurut saya, saat ini merupakan hal yang tepat bagi WTA untuk menawarkan perlindungan peringkat. Menurut saya, itu bagus. Namun, menurut saya, ini merupakan cerita yang sedikit berbeda," ucapnya di Kejuaraan Eastbourne.

"Mengapa saya semestinya tidak menjadi unggulan jika saya memiliki hak untuk menjadi (unggulan) itu?" katanya. "Menurut saya jika itu adalah petenis lain, bukan dia, menurut saya ia tidak akan menjadi unggulan. Hanya karena ia memenangi begitu banyak pertandingan dan ia adalah Serena Williams. Itulah penyebabnya menurut saya."

Sumber : Antara/Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES