Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Pelatih Napoli Maurizio Sarri Disebut Hina Pers dan Wanita

Selasa 13 March 2018 15:10 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Hazliansyah

Maurizio Sarri

Maurizio Sarri

Foto: EFE/MAURIZIO DEGL'INNOCENTI
Ucapan Sarri kepada jurnalis wanita dalam konferensi pers dinilai negatif

REPUBLIKA.CO.ID, CAMPANIA -- Persatuan Wartawan Campania di Italia mengecam aksi pelatih Napoli, Maurizio Sarri. Sebuah ucapan Sarri kepada jurnalis Wanita dalam sesi konferesi pers dinilai negatif.

Sebelumnya Sarri bertemu pada awak media usai Partenopei bermain imbang 0-0 melawan Inter Milan pada ajang Serie A. Dalam sebuah sesi tanya jawab, seorang wartawan perempuan menanyakan kans Marek Hamsik dan rekan-rekan meraih scudetto.

Sarri dikabarkan tidak menyukai pertanyaan demikian. Hanya saja ia enggan mengumpat si penannya. Ia beralasan lantaran pelakunya wanita dan memiliki tampilan fisik yang cantik.

"Itu tanggapan yang seksis dan tidak dapat diterima," kata ketua Asosiasi Jurnalis Campania, Ottavio Lucarelli tertulis dalam situs resmi Inter, mengutip dari Football Italia, Selasa (13/3).

Sarri dilaporkan meminta maaf usai kejadian tersebut. Namun komunitas ini masih mempermasalahkan aksi juru taktik 59 tahun itu.

"Sarri meminta maaf, tapi keseriusan terhadap ucapannya tetap ada. Ini bukan sekadar bahasa vulgar seorang pelatih, tapi penghinaan terhadap pers dan wanita," ujar Lucarelli.

Ia mengaku mendapat dukungan dari berbagai pihak di Campania juga seluruh Italia. Belum diketahui bakal sejauh mana para jurnalis memproses insiden ini.

Napoli mulai tertinggal dari Juventus dalam persaingan scudetto. Padahal sejak paruh musim kedua, Partenopei terus merajai klasemen sementara.

Belakangan pemilik San Paulo mengalami hasil buruk. Sementara di lain pihak, Juve konsisten meraih kemenangan. Hal demikian sedikit banyak memengaruhi sikap Sarri.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Ketika Belgia Benamkan Tunisia

Ahad , 24 June 2018, 11:38 WIB