Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Astori dan Mereka yang Meninggalkan Sepak Bola Selamanya (1)

Senin 05 March 2018 11:52 WIB

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Endro Yuwanto

Davide Astori

Davide Astori

Foto: EPA/Maurizio Degl' Innocenti
Rata-rata pesepak bola itu wafat di usia di bawah 31 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, Kepergian kapten klub Serie A Liga Italia Fiorentina, Davide Astori, Ahad (4/3), lalu membuat dunia persepakbolaan gempar. Berikut sejumlah pesepak bola yang kabar meninggalnya menyedot banyak perhatian.

1. Davide Astori

Pemain 31 tahun ini wafat ketika beristirahat di hotel jelang laga kontra Udinese di ajang Seri A Liga Italia. Media officer Fiorentina, Arturo Mastronardi, membuka kronologi meninggalnya Astori yang ditemukan wafat saat jam sarapan pagi di hotel tempat klub menginap.

photo

Davide Astori

Biasanya, sang kapten selalu tiba pertama ke tempat sarapan agar bisa langsung memimpin rekan-rekannya bersiap menghadapi laga. Namun, hingga batas waktu sarapan selesai, pemain berkebangsaan Italia ini tak juga muncul.

Ketika disusul ke kamarnya, Astori ditemukan sudah tak bernyawa. "Proses autopsi kepada mendiang terus dilakukan untuk mengetahui penyebab wafatnya. Kami semua sangat terpukul dengan kejadian ini," kata Mastronardi dikutip dari Tribal Football, Senin (5/3).

2. Piermario Morosini

Kancah Liga Italia juga pernah berduka lima tahun silam. Saat itu, pemain tengah Livorno, Piermario Morosini wafat secara mendadak di dalam lapangan. Morosini wafat d batas lapangan saat timnya menghadapi Pescara dalam lanjutan laga Seri B Italia.

photo

Tewasnya gelandang Livorno, Piermario Morosini, membuat Mario Balotelli memetik banyak pelajaran.

Setengah jam di lapangan, tepatnya menit ke-31, pemain berkebangsaan Italia ini tiba-tiba tumbang di lapangan. Morosini yang tak sadarkan diri langsung dibawa ke rumah sakit terdekat dengan ambulans. Sayang, nyawa Morosini tak bisa diselamatkan dan harus tutup usia di usia 25 tahun..

3.Marc-Vivien Foe

Gelaran Piala Konfederasi 2003 diselimuti awan hitam ketika pemain timnas Kamerun Marc-Vivien Foe wafat di tengah laga kontra Kolombia di Stade Gerland, Prancis, 26 Juni 2003. Foe jatuh pingsan pada laga semifinal. Ia kemudian langsung mendapatkan pertolongan. Sayang, nyawa Foe tak bisa diselamatkan dan wafat di ruang medis stadion.

photo

Penyerahan trofi Piala Konfederasi 2003 yang penuh haru. Kapten Prancis Marcel Desailly mengajak kapten Kamerun Rigobert Song mengangkat piala bersama-sama untuk menghormati pemain Kamerun yang meninggal di laga semifinal, Marc Vivien Foe.

Untuk menghormati Foe, pemerintah Kamerun menganugerahkan gelar Order of Valour. Ini adalah gelar ksatria tertinggi yang diberikan pemerintah di benua Afrika itu kepada warga negaranya.

4. Antonio Puerta

Wafatnya Antonio Puerta yang semasa hidupnya setia memperkuat Sevilla ini membuat awan hitam muncul di Spanyol. Putra daerah asli Sevilla, Spanyol, ini jatuh pingsan di tengah pertandingan pekan perdana La Liga 2007/2008 kontra Getafe, 25 Agustus 2007.

photo

Antonio Puerta

Puerta sempat menjalani perawatan selama dua hari. Namun, Puerta menghembuskan nafas terakhir di usia sangat muda untuk ukuran pesepak bola, 22 tahun.

5. Miklos Feher

Wafatnya Feher pada 25 Januari 2004 menyedot perhatian luas. Striker Benfica itu wafat mendadak karena serangan jantung ketika bertandang ke markas Vitoria Guimaraes dalam pertandingan Liga Portugal.

photo

Miklos Feher

Kepergian Feher begitu diratapi karena pemain murah senyum ini terkapar hanya beberapa menit bermain saat masuk sebagai pemain pengganti menit ke-60. Foto-foto ketika pemain usia 28 tahun itu terkapar di lapangan menyebar luas dan menunjukkan pemandangan yang sangat menyayat hati.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Raut Sedih Suporter Argentina

Sabtu , 23 June 2018, 03:30 WIB