Thursday, 11 Jumadil Awwal 1440 / 17 January 2019

Thursday, 11 Jumadil Awwal 1440 / 17 January 2019

Oyong Liza: Imbangi MU Seperti Tahun 1975

Jumat 17 Jul 2009 10:05 WIB

Red:

JAKARTA--Mantan kapten kesebelasan tim nasional Indonesia Oyong Liza mengharapkan tim Indonesia All Star dapat mengimbangi Manchester United (MU), seperti ketika ia dan rekan-rekannya dalam tim PSSI tahun 1975 yang mampu memaksa klub Inggris itu bermain imbang 0-0.

"Pada saat melawan MU kami bisa menahan mereka dengan skor 0-0, begitu juga harapan kami kepada adik-adik juga bisa memberikan yang terbaik buat bangsa ini," kata Oyong di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, saat itu kesebelasan PSSI antara lain terdiri atas Anjas Asmara, Ronny Pasla, Sutan Haraha, Suaib Rizal, Nobon, Junaidi Abdillah, Wakito, Iswadi dan Andi Lala.

"Pada dekade tahun 70-an kesebelasan kami cukup disegani di Asia, banyak tim dari Eropa yang datang ke Indonesia termasuk MU dan tim dari Amerika Latin," ujar dia.

Menurut dia, kesebelasan PSSI waktu itu cukup berbobot, terbukti mampu melawan tim-tim luar yang datang ke Indonesia.

Awalnya menghadapi tim-tim sepak bola asal Eropa dan Amerika tim PSSI sempat gusar, namun karena telah sering berhadapan lambat laun menjadi terbiasa

Dia berharap kepada tim All Star saat menghadapi tim MU nanti hendaknya tidak merasa rendah diri dan harus mempunyai kepercayaan yang tinggi. "Tidak ada tim yang ada di dunia ini yang tidak bisa dikalahkan," tegasnya.

Sementara itu Anjas Asmara mengatakan, 34 tahun lalu itulah level standar sepakbola Indonesia, karena selalu bermain dengan tim-tim yang besar di Eropa dan Amerika.

"Waktu bertanding dengan MU, jika kalah bola, sembilan pemaian depan berusaha bertahan di belakang, sementara tersisa satu atau dua pemain Waskito atau Andi Lala berjaga-jaga di depan," kenang Anjas.

Sembilan orang tersebut akan memblokade dan tidak memberi ruang sedikit pun kepada MU untuk bergerak seenaknya untuk menggiring bola dan memasukkannya ke gawang Indonesia.

"Begitu juga ketika mendapatkan bola, kami langsung bubar seperti tawon, ada Andi Lala yang larinya seperti "setan" dan Waskito. Kami hanya berpatokan pada bendera kanan dan kiri bola tersebut langsung kami operkan ke teman lainnya, dan mereka kewalahan menghadapi taktik kami itu," katanya.

Ia berharap saat menghadapai MU tim Indonesia tidak takut. "Ini adalah kesempatan mencuri bola, siapa yang berhasil mencuri bola satu langkah maka dialah yang memenangkan pertandingan."

"Saya minta sama adik-adik ini selama 90 menit, jangan lengah konsentrasi full, itu semua pemain bawa kalau ada bola atas harus sama-sama lompat agar mereka tidak konsentrasi," ujarnya.

" Saya harapkan adik-adik dapat mendapat satu atau dua gol, dan saya minta kepada ketua tim harus sering berhadirkan tim-tim dari Eropa yang kuat untuk dihadapkan dengan tim Indonesia.

"Masa dulu saja bisa sekarang tidak bisa, jika sudah ada garuda di dadamu jangan lagi bikin bayangan-bayangan lain supaya sepakbola kita berjaya," katanya. ant/pur

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES