Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Lewis Hamilton Kokoh di Puncak Klasemen

Senin 27 May 2019 18:27 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Bayu Hermawan

Lewis Hamilton

Lewis Hamilton

Foto: EPA/Geoff Caddick
Hamilton menjadi yang tercepat dalam GP Monako 2019 pada Ahad (26/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pebalap andalan Mercedes di ajang Formula 1 (F1) Lewis Carl Davidson Hamilton baru saja memenangkan Grand Prix (GP) Monako 2019 pada Ahad (26/5) malam WIB. Menang di GP Monako merupakan kemenangan keempat bagi Hamilton pada ajang F1 musim 2019.

Pebalap yang telah mengoleksi lima gelar juara dunia ini pun memiliki peluang besar untuk meraih gelar keenamnya. Lima gelar juara dunia yang dikoleksi Hamilton didapat pada tahun 2008, 2014, 2015, 2017, dan 2018. Pencapaian ini menyamai rekor Juan Manuel Fangio, dan hanya kalah banyak dari Michael Schumacher yang telah meraih tujuh gelar juara dunia.

Pada F1 musim 2019 ini Hamilton telah mengoleksi 137 poin diikuti oleh teman setimnya Valtteri Bottas dengan koleksi 120 poin. Koleksi poin dua driver andalan Mercedes itu sempat hanya berbeda satu angka pada klasemen sebelum GP Spanyol 2019, Ahad (12/5). Tim Mercedes AMG Petronas telah membuktikan kehebatannya dengan menang enam kali berturut-turut sejak awal musim.

Mulai dari Australia hingga Monako, Hamilton dan Valtteri bergantian finis pertama dan kedua. Podium <i>runner-up</i> yang disapu bersih pada enam seri oleh skuat Silver Arrows, membuat pebalap lainnya tertinggal jauh pada torehan koleksi poin. Sebastian Vettell dari Ferrari yang berhasil finis kedua  pada GP Monako dan menduduki posisi ketiga klasemen sementara pun terpaut 42 poin dari Valtteri.

Bagi Hamilton, ancaman terbesar datang dari Valtteri. Meski menurutnya, melawan tim sendiri adalah hal yang membosankan. Menurutnya akan lebih menarik jika persaingan terjadi antara satu atau dua pebalap dari tim yang berbeda. Pada GP Monako, Hamilton akhirnya mendapatkan tekanan hebat dari Max Verstappen dari tim Red Bull Racing sejak pertengahan sesi hingga balapan selesai.

Verstappen pun mampu finis tepat di belakang Hamilton, namun secara resmi ia berada di posisi keempat akibat penalti selama lima detik setelah dianggap memulai balapan secara tidak aman. Hamilton mengakui bahwa itu adalah balapan yang paling sulit yang pernah dialaminya.

"Dengan ban, strategi, kondisi, dan dibuntuti Max, yah itu adalah tantangan yang paling besar yang saya miliki. Tapi saya benar-benar bersyukur mampu mengatasinya," kata Hamilton dikutip dari <i>Crash.net</i>, Ahad (27/5).

Hamilton mendedikasikan kemenangannya di Monako itu untuk mendiang pebalap legendaris F1, Niki Lauda. Niki Lauda wafat pada usia 70 tahun pada 20 Mei 2019. Di sepanjang kariernya, Niki Lauda mengoleksi tiga gelar juara dunia. Legenda asal Austria itu merupakan sosok penting yang membuat Mercedes mampu mendominasi pada ajang adu cepat jet darat sejak dimulainya era mesin turbohibrida V6. Lewis Hamilton merasa dirinya telah membuat bangga sang legenda karena penampilannya pada sesi balapan F1 Monako 2019.

"Saya benar-benar ingin memenuhi kata-kata Niki, dan membayangkan dia melepas topi sebagai dukungan. Ketika saya mengemudi, saya seperti 'apa yang akan dilakukan Niki?' jadi saya terus berjalan," katanya.

Pimpinan tim Mercedes, Toto Wolff mengatakan Lewis Hamilton berhasil menyelamatkan Mercedes dari kekalahan berkat keberhasilannya di GP Monako. Menurutnya itu merupakan kemenangan dramatis bagi Hamilton. Wolff pun mengapresiasi kerja keras Hamilton. Apalagi, dia mengakui Mercedes membuat kesalahan dengan memberikan ban medium kepada Hamilton dan bukan ban keras.

"Saya dan kepala strategi tim, James Vowles, sepakat kami membuat keputusan keliru. Kami pikir ban medium akan bertahan hingga akhir balapan, tetapi ternyata tidak. Tapi dia (Hamilton) telah menyelamatkan kita," kata Wolff dikutip dari <i>Crash.net</i>.

Menurut Wolff, Mercedes menyadari kesalahan mereka saat balapan memasuki lap ke-20. Dia mengira ban medium bisa bertahan. Mungkin, kata dia, kalau pihaknya mengganti ban pada lap 15 atau 16, ban tersebut akan bertahan sampai akhir. Menurutnya strategi tersebut terasa wajar karena kami memimpin balapan.

"Setelah balapan memasuki 20 lap, kami baru sadar bahwa ada ban kiri depannya terkelupas dan Lewis memprotes hal tersebut. Kami pun tahu kondisi demikian akan menyulitkan untuk bisa bertahan sampai akhir," kata Wolff.

Wolff pun sadar Mercedes sudah nyaris kalah. Beruntung Verstappen tidak bisa menyusul Lewis karena kondisi trek, tetapi dia berusaha keras dan bisa saja berhasil. "Pada balapan di sirkuit lain kami takkan menang. Mercedes tidak boleh terbuai dengan kemenangan hari ini," kata Wolff.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA