Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Praveen/Melati Akui Tegang Ketika Hadapi Pasangan Cina

Ahad 10 Mar 2019 06:00 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Ratna Puspita

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

Foto: Dok PBSI
Preveen/Melati sebenarnya bermain tampil menekan sejak game pertama.

REPUBLIKA.CO.ID, BIRMINGHAM -- Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, gagal melaju ke babak final All England 2019. Setelah mereka dikalahkan pasangan asal Cina, Zheng Siwei/Huang Yaqiong. asal Cina. Praveen/Melati dikalahkan unggulan pertama tersebut dengan skor 21-13, 20-22, 13-21. 

"Waktu kedudukan 20-17 saya jadi lebih tegang, seharusnya kan tetap fokus, tetapi langsung buang dua angka. Waktu lawan posisi 19-20, kami keserang lagi. Kejadian di gim kedua pasti ada pengaruhnya di gim ketiga, seharusnya tidak boleh. Kami sudah berusaha, tetapi lawan sudah mengantisipasi dan menebak permainan kami," kata Melati melalui siaran pers yang diterima Republika, Ahad (10/3).  

Peluang menang sebenarnya sangat terbuka saat Praveen/Melati dalam kedudukan match point 20-17 di gim kedua. Namun, beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan Praveen/Melati, membuat Zheng/Huang mengejar dan akhirnya memaksakan dimainkannya gim penentuan.

Preveen/Melati bermain tampil menekan sejak game pertama. Smes keras dan penempatan bola akurat dari Preveen mampu membawa Indonesia unggul 2-0 pada awal babak.

Kesalahan beberapakali yang dilakukan pasangan Cina membuat Preveen/Melati unggul 11-3. Preveen/Melati sangat nyaman pada game pertama sehingga mendapatkan poin mudah dari pasangan Cina. 

Meskipun pasangan Cina sempat mengejar, Preveen/Melati berhasil merebut game pertama, 21-13. Di babak kedua, pasangan Cina mulai menemukan permainan terbaiknya. Bahkan pada awal babak kedua, Zheng/Huang unggul 5-2.

Praveen/Melati mampu keluar dari tekanan hingga berhasil menyamakan kedudukan 6-6. Angka ketat terus berlangsung hingga angka 13-13. 

Setelah itu, Indonesia terus meraih poin hingga sempat unggul 19-17. Kemenangan di game kedua tampak di depan mata karena Indonesia sudah match poin. Namun, pasangan Cina berhasil mengejar dan berbalik unggul 22-20.

"Bayangkan saja, satu angka lagi sudah ke final, tetapi malah seperti ini. Bahkan ada kesempatan buat juara, gara-gara satu poin saja," kata Praveen. 

Kegagalan ini membuat Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaviana gagal melangkah ke partai final All England 2019. Kekalahan ini sekaligus membuat rekor pertemuannya dengan Zheng/Huang menjadi 4-0. Praveen/Melati masih belum bisa menembus pertahanan pasangan peringkat satu dunia tersebut. 

"Lawan sudah dapat percaya dirinya, di gim pertama itu mereka tidak bisa mengeluarkan permainan mereka. Tapi mereka adalah pasangan ranking satu dunia, tidak bisa dipungkiri. Sebenarnya mereka tadi kembali ke posisi tidak enak, ke standard normal mereka," jelas Praveen.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA