Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Kemenpora Bantah Bonus Pelatih Asian Games tidak Tersalurkan

Selasa 16 Oct 2018 19:30 WIB

Red: Israr Itah

Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta.

Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta.

Foto: Dok Kemenpora
Isnanta mengimbau sejumlah pelatih yang belum menerima untuk segera mengambil bonus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membantah berita miring yang menyebutkan bonus bagi pelatih pelatnas cabang olahraga yang berprestasi di ajang Asian Games 2018 tidak tersalurkan. Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta menyampaikan ini kepada wartawan di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (16/10).

"Sebenarnya sudah siap semua buku-buku (rekening) sesuai nama-nama pelatih itu, sesuai dengan nomor-nomor pertandingan. Cuma saya juga kaget kok banyak yang belum mengambil," kata Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta di Jakarta, Selasa (16/10).

Isnanta mengimbau sejumlah pelatih yang belum menerima untuk segera mengambil bonus yang telah disediakan untuk mereka ke kantor Kemenpora.

"Kalau yang sibuk apa perlu saya antarkan ke rumahnya kalau memang mendesak? Tapi kalau bisa sih kami juga banyak kegiatan, biar sekalian main-main ke kantor kemenpora, sekalian silaturahmi. Kalau pun memang sibuk betul pun di daerah sebenarnya juga bisa dibantu," kata Isnanta.

Sejumlah pelatih sepak takraw sudah mengambil bonus mereka, sementara pelatih lainnya di cabang olahraga itu ada yang belum. Kemudian pelatih dari cabang soft tenis juga belum mengambil bonus, kata Isnanta.

Isnanta menyebutkan ada lebih dari 10 pelatih yang belum mengambil bonus mereka dari Kemenpora. Ia menegaskan, tidak ada yang sulit dalam pengambilan bonus itu. Isnanta menilai penyebabnya kemungkinan hanya karena kurang komunikasi.

Di sisi lain, kalau memang ada sebagian kecil orang atau pelatih yang tidak pas dengan keputusan pengurus besar (PB) atau pengurus pusat (PP) cabang olahraga, Isnanta meminta mereka mengonfirmasi ke PB/PP bersangkutan. Sebab pihak menentukan siapa melatih siapa itu berasal dari PB/PP masing-masing.

"Yang jelas, kami akan mengikuti apa yang sudah divalidasi PB dan memang yang nyata-nyata di lapangan yang melakukan proses kepelatihan itu," kata Isnanta.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA