Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Pemprov NTB Umrahkan Atlet NTB yang Berprestasi di AG 2018

Jumat 07 Sep 2018 20:14 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Endro Yuwanto

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Gubernur NTB TGB Zainul Majdi nonton bareng penutupan Asian Games di pos pengungsian Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Ahad (2/9) malam.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Gubernur NTB TGB Zainul Majdi nonton bareng penutupan Asian Games di pos pengungsian Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Ahad (2/9) malam.

Foto: Republika/Muhammad Nursyamsyi
Dari 12 orang atlet yang dikirim, NTB tercatat berhasil membawa pulang 7 medali.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan memberikan hadiah umrah bagi atlet NTB yang berhasil menorehkan prestasi gemilang di ajang Asian Games 2018. Prestasi atlet NTB ini merupakan salah satu wujud persembahan NTB untuk Indonesia.

"Perjalanan masih panjang, prestasi harus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Salah satu hal penting yang harus dilakukan untuk mempertahankan prestasi adalah melalui pencarian bakat," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB Rosiady Sayuti saat menerima atlet dan pelatih NTB di Pendopo Gubernur NTB, pada Jumat (7/9).

Sekda menyampaikan apresiasi dan penghargaan bagi seluruh atlet dan pelatih yang telah berjuang mewakili NTB pada event olahraga se-Asia beberapa waktu lalu. Sekda yang lebih akrab disapa Pak Ros itu juga meyakini, atlet NTB akan semakin berjaya dan berprestasi pada masa mendatang. Sebelum diterima Sekda dan jajarannya, seluruh atlet dan pelatih diajak berkeliling di sekitar Kota Mataram.

Ketua KONI NTB Andi Hadianto mengatakan, dari 12 orang atlet yang dikirim, NTB tercatat berhasil membawa pulang tujuh medali, yakni dua perak dalam cabang BMX dan cabang estafet 4 x 100 meter putra. "Sementara lima perunggu diraih melalui cabang lompat jauh, tinju, karate, voli putra, dan voli pantai," kata Andi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA