Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Stoner: Tanpa Elektronik, Rossi Pasti Juara Satu

Jumat 13 Juli 2018 05:15 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Endro Yuwanto

Casey Stoner

Casey Stoner

Foto: EPA/MARK HORSBURG
Stoner menilai pada dasarnya ada banyak pembalap kuat yang bisa menghentikan Marquez.

REPUBLIKA.CO.ID, SACHSENRING -- Bagi Casey Stoner, 'kesetiaan' adalah hal paling fundamental. Ia tak hanya setia kepada istrinya, Adriana dan dua anak perempuannya, namun juga setia selama 16 tahun terakhir menggunakan helm Nolan.

Saat merayakannya di markas Nolan, dekat Bergamo, juara dunia MotoGP asal Australia itu sempat mengomentari kejuaraan MotoGP tahun ini, termasuk mantan rivalnya, Valentino Rossi. Di Belanda, Marc Marquez mencatat kemenangan lagi dan memastikan posisi pertama di klasemen sementara.

photo

Valentino Rossi di GP Italia, Sirkuit Mugello, Jumat (1/6).

Stoner menilai pada dasarnya ada banyak pembalap kuat yang bisa menghentikan Marquez meraih gelar dunia ketujuhnya. Rossi dan Maverick Vinales mengikuti di klasemen kedua dan ketiga, meski keduanya belum sekali pun pernah podium satu.

"Saat ini saya jujur, Valentino tidak memiliki kecepatan yang bisa memenangkan kejuaraan, meskipun dia menjadi pembalap papan atas dan siap melahap podium. Dia sama seperti saya, jika bukan karena semua masalah elektronik yang mengendalikan motor ini, jika kekuatan sebuah motor MotoGP hanya dikontrol kekuatan pergelangan tangan pembalap, maka Rossi akan tetap menjadi nomor satu di trek," ujar Stoner, dilansir dari GP One, Kamis (12/7).

Stoner menilai menang adalah candu. Namun, ia menyayangkan Jorge Lorenzo harus hengkang dari Ducati ketika pembalap Spanyol itu telah menemukan pengalaman terbaik bersama motor desmosedici. "Kemenangan Lorenzo di Mugello dan Barcelona bukan sebuah kebetulan. Dia berhasil melaju kencang dalam balapan. Sebelum musim berakhir, Jorge bisa menang lagi. Sayangnya Lorenzo dan Ducati berpisah terlalu cepat," katanya.

Meski demikian, Stoner juga mengakui Danilo Petrucci adalah pengendara kuat untuk Ducati. Petrux lebih cepat dari Jack Miller sehingga merupakan pilihan tepat untuk Ducati di 2019.

Saat ditanyai pasangan baru Repsol Honda, Lorenzo dan Marquez, Stoner bergeming. Ia menolak berkomentar banyak. "Mereka pasti akan menjadi pasangan paling menggemparkan. Namun, jangan tanya prediksi saya. Keduanya pasti akan menghibur tahun depan, seperti kita sedang menonton film bioskop, lengkap dengan popcornnya," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA