Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

KONI DKI Bersinergi untuk Kejar Juara Umum PON 2020

Jumat 08 June 2018 23:31 WIB

Red: Hazliansyah

KONI DKI

KONI DKI

Foto: Twitter
Koni DKI sudah bersinergi dengan DPRD dan Pemprov DKI Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- KONI DKI Jakarta terus berbenah untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain dalam upaya memenuhi target gelar juara umum PON 2020 di Papua. Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mencanangkan target PON 2020.

Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Mashud Saleh, mengatakan kini mulai berbenah dan bergerak cepat. Masalah internal pengurusan KONI DKI sebelumnya, berimbas terhadap pola pemusatan latihan daerah (Pelatda), mulai dari pelatihan atlet termasuk juga program pendanaannya.

"Untuk persiapan atlet Pelatda PON titik terang semakin besar dengan adanya sinergi positif antara KONI DKI Jakarta,  DPRD DKI Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta," jelas Mashud beberapa waktu lalu.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Umum KONI DKI Jakarta, Jamron. Ia meyakini kedepan program perbaikan prestasi PON 2020 bisa berjalan baik dan mencapai sasaran dengan adanya sinergi tiga pemangku kepentingan di DKI.

"Pada PON 2018 nanti pekerjaan akan semakin berat karena pesaing kita tak hanya datang dari Jawa Barat dan Jawa Timur tapi kita juga harus mewaspadai tuan rumah Papua," ujar Jamron.

Kabid Binpres Khaeroni mengakui, selain tengah mengejar masalah pendanaan yang kini secara birokrasi masih dibawah Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI Jakarta, KONI DKI kini terus mempersiapkan atlet untuk PON. Sementara tercatat sekitar 460 atlet dan offisial yang masuk Pelatda dan jumlahnya akan terus bertambah.

Bahkan 189 diantaranya atlet pelatnas Asian Games dan ini menjadi modal awal untuk proyeksi medali PON 2020 di Papua.

"Pada ajang Asian Games DKI menyumbangkan atlet terbanyak. Kami berharap tahun 2019 semua berjalan sesuai rencana dan tidak ada lagi masalah ditengah persiapan dan Pra PON 2020 baik mutasi atlet atau faktor pendanaan," tutup Khaeroni.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA