Rabu, 5 Zulqaidah 1439 / 18 Juli 2018

Rabu, 5 Zulqaidah 1439 / 18 Juli 2018

2 Pendaki Wanita Indonesia Sukses Gapai Puncak Everest

Kamis 17 Mei 2018 16:30 WIB

Red: Hazliansyah

Fransiska Dimitri Inkiriwang (Deedee) dan Mathilda Dwi Lestari (Hilda), yang tergabung dalam The Woman of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (WISSEMU) sukses menuntaskan seven summits

Fransiska Dimitri Inkiriwang (Deedee) dan Mathilda Dwi Lestari (Hilda), yang tergabung dalam The Woman of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (WISSEMU) sukses menuntaskan seven summits

Foto: ist
Keduanya jadi perempuan Indonesia dan asia tenggara pertama selesaikan Seven Summits

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua pendaki wanita Indonesia berhasil menapakkan kaki di Puncak Gunung Everest. Kedua pendaki adalah Fransiska Dimitri Inkiriwang (Deedee) dan Mathilda Dwi Lestari (Hilda), yang tergabung dalam The Woman of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (WISSEMU).

Mereka berhasil menapakki puncak Gunung Everest pada 17 Mei 2018 pukul 05.50 waktu setempat (pukul 07.05 WIB). 

"Puji Tuhan Summit! Saat ini tanggal 17 Mei 2018, pukul 5.50 Sang Saka Merah Putih berkibar di puncak Everest! Bendera Indonesia di tujuh puncak dunia! Keberhasilan ini kami persembahkan untuk persatuan bangsa! Untukmu Indonesia!," ujar Hilda melalui telepon satelit kepada tim pendukung di Bandung, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (17/5).

Kedua pendaki memulai perjalanan pada 17 April 2018. Tim memulai perjalanan dengan proses aklimatisasi,--aktivitas adaptasi tubuh pada ketinggian tertentu --, dari EBC (5.400 mdpl) hingga Camp 1 (7.050 mdpl).

Setelah proses aklimatisasi tersebut, tim melakukan proses pemulihan di Desa Zhaxizongxiang yang berada pada ketinggian 4.150 mdpl. Pemulihan ini dilakukan sembari menunggu cuaca pendakian terbaik.

Pada tanggal 11 Mei akhirnya semesta mendukung perjalanan tim. Dengan cuaca yang cerah, tim memulai pendakian selama enam hari dan akhirnya mencapai puncak Everest.

Perjalanan menuju puncak dimulai dari Everest Base Camp Tibet (5200 mdpl). Jalur yang dilalui sama dengan jalur saat proses aklimatisasi yaitu dari EBC menuju Intermediate Camp (IR) (5800 mdpl). Lalu bergerak menuju Advanced Base Camp (ABC) (6400 mdpl) dan beristirahat sehari di ABC.

Setelah cukup mengisi tenaga untuk summit attempt, tim akhirnya bergerak menuju Camp 1 (7050 mdpl), lalu keesokan harinya menuju Camp 2 (7800 mdpl), dan pada tanggal 16 Mei 2018 sampai di Camp 3 (8271 mdpl).

Pada 16 Mei 2018 malam, setelah cukup beristirahat selama sekitar tujuh jam, tim memulai summit push. Tim mengabarkan tim pendukung di Bandung sebelum memulai perjalanannya.

Perjalanan dimulai dengan bergerak menuju First Step (8501mdpl) - Mushroom Rock ( 8549 mdpl) – Second Step (8577 mdpl), dan Third Step (8690 mdpl). Perjalanan tersebut penuh dengan tebing bebatuan dan dengan cuaca yang berangin. Tantangan terakhir sebelum mencapai puncak adalah Summit Ridge (8800 mdpl), jalan setapak dengan sisi kiri dan kanan jurang yang terjal. Pada pukul 05.50 waktu setempat akhirnya Tim menapakkan kakinya di pun Puncak Everest (8848 mdpl).

Dengan pencapaian ini, kedua srikandi tersebut mencatatkan diri sebagai perempuan Indonesia dan perempuan asia tenggara pertama yang berhasil menyelesaikan missi seven summits.

Dua orang mahasiswi yang masih terdaftar aktif di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung ini sebelumnya telah mengibarkan Bendera Merah Putih di enam puncak gunung tertinggi di enam lempeng benua lain.

Pendakian menuju puncak gunung tertinggi di dunia ini mendapat dukungan dari banyak pihak. Salah satu diantaranya adalah Bank BRI sebagai sponsor utama.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES