Monday, 3 Zulqaidah 1439 / 16 July 2018

Monday, 3 Zulqaidah 1439 / 16 July 2018

Timnas Basket Putra Butuh Pemain Naturalisasi Secepatnya

Rabu 16 May 2018 18:17 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Hazliansyah

Pemain debutan timnas basket putra Indonesia Avan Seputra (kanan) mengoper bola ke arah rekannya Christian Ronaldo Sitepu (kiri) melewati pebasket India Isaac Thuruthel Thomas pada final bola basket Turnamen Invitasi Asian Games 2018 di Hall Basket Senayan, Jakarta, Senin (12/2).

Pemain debutan timnas basket putra Indonesia Avan Seputra (kanan) mengoper bola ke arah rekannya Christian Ronaldo Sitepu (kiri) melewati pebasket India Isaac Thuruthel Thomas pada final bola basket Turnamen Invitasi Asian Games 2018 di Hall Basket Senayan, Jakarta, Senin (12/2).

Foto: ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Fictor Roring membutuhkan pemain naturalisasi dengan postur tubuh tinggi besar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Tim nasional basket putra Indonesia terus berbenah guna menghadapi Asian Games 2018. Salah satunya dengan mencari secepatnya pemain naturalisasi yang akan masuk dalam tim. 

"Kita harus berbenah terus, melakukan perbaikan. Paling mendesak kita butuh secepatnya pemain naturalisasi," ujar Pelatih Tim Nasional Basket Putra, Fictor Roring kepada Republika.co.id. Rabu (16/5).

Saat tampil di ajang FIBA Asia Champions Cup SEABA di Thailand beberapa waktu lalu, Indonesia yang tampil dengan bendera klub Pelita Jaya diperkuat dua pemain asing. Mereka adalah Adrian Forbes dan Jaleel Roberts.

Namun Ito, sapaan akrab Fictor Roring tidak puas dengan penampilan keduanya. Bahkan ia menyebut masih lebih baik penampilan pemain asing yang berlaga di ajang Indonesian Basketball League (IBL) musim kemarin.

"Dua pemain asing yang memperkuat Indonesia di Thailand kemarin sangat mengecewakan. Masih lebih bagus pemain asing yang tampil di IBL" ujar Ito

Ito menjelaskan, keberadaan pemain naturalisasi memang sangat dibutuhkan untuk tim. Terutama untuk posisi center dengan postur tubuh yang tinggi besar (big man).

Hal itu agar kualitas permainan Indonesia bisa bersaing dengan sejumlah negara lain peserta Asian Games 2018.

"Kita butuh pemain bigman. Apalagi Christian Ronaldo Sitepu (Satria Muda) sudah menyatakan pensiun. Center muda kita, Vincent Kosasih juga bermain di 3x3 pada Asian Games 2018 nanti," ujar Ito.

Selain itu, center muda lainnya, Adhi Pratama juga mengalami cedera. Sehingga dirinya terpaksa kembali memanggil center senior Ponsianus"Koming" Indrawan untuk bergabung di Pelatnas Asian Games.

"Kita benar-benar darurat center. Semoga secepatnya saya dapat pemain naturalisasi untuk posisi bigman," kata Ito.

Ito memang harus berpacu dengan waktu. Sebab batas terakhir pendaftaran pemain Asian Games 2018 adalah pada 30 Juni 2018. Negara-negara lain sudah memiliki pemain naturalisasi dengan kualitas yang bagus.

Saat ini tim nasional basket putra menjalani Pelatnas di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB) Kuningan Jakarta. Ito mengatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap pemain yang masuk dalam pelatnas.

"Kita akan lihat terus perkembangan mereka. Kalau Adhi diganti Koming karena faktor cedera. Kita lihat apakah pemain lainnya memang layak di pertahankan di Pelatnas Asian Games 2018 atau akan ada yang diganti," kata Ito.

Disinggung mengenai porsi latihan di bulan Ramadhan, Ito mengaku memang telah melakukan penyesuaian. Seperti meniadakan latihan di pagi hari dan dialihkan ke sore hari mulai pukul 16.00 WIB.

"Selama bulan Puasa ini latihan dialihkan sore hari. Mulai pukul 16.00. Saat buka puasa tiba kita akan break. Jadi selama puasa ini, pemain yang muslim akan buka puasa di lapangan," kata Ito.

Rencananya pelatnas basket putra akan melakukan training camp di Amerika selama dua pekan.

"Kita akan berangkat ke Amerika pada 26 Mei, dan akan kembali ke tanah air sebelum Lebaran Idul Fitri yakni pada 11 Juni 2018," ujar Ito.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES