Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Central Celebes Marathon 2018 Promosikan Asian Games

Ahad 15 Apr 2018 15:18 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Israr Itah

Pelari asal Kenya Edwin Kiptanui Kichwen, memasuki garis finis pertama pada Central Celebes Marathon di Palu, Sulawesi Tengah, Ahad (15/4). Lomba lari maraton 42 kilometer yang diikuti 82 peserta dari 18 negara itu dimenangkan Edwin Kiptanui Kichwen dengan catatan waktu 02 jam, 32 menit 01 detik.

Pelari asal Kenya Edwin Kiptanui Kichwen, memasuki garis finis pertama pada Central Celebes Marathon di Palu, Sulawesi Tengah, Ahad (15/4). Lomba lari maraton 42 kilometer yang diikuti 82 peserta dari 18 negara itu dimenangkan Edwin Kiptanui Kichwen dengan catatan waktu 02 jam, 32 menit 01 detik.

Foto: ANTARA FOTO/Basri Marzuki
CCM 2018 terdiri dari empat kategori yakni 42K, 21K, 10K dan 5K.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyelenggarakan kegiatan Central Celebes Marathon 2018, Ahad (15/4). Acara tersebut untuk memperingati HUT ke-54 Provinsi Sulteng sekaligus mempromosikan gelaran akbar Asian Games pada Agustus mendatang.

CCM 2018 terdiri dari empat kategori yakni 42K, 21K, 10K dan 5K. Sebanyak 5.000 peserta dari dalam maupun luar negeri turut meramaikan perlombaan tersebut. 

Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana, mengatakan, penyelenggaraan CCM 2018 tersebut salah satunya bertujuan untuk promosi olahraga dan pariwisata di Sulteng. Selain itu, promosi kuliner serta memperingati HUT Provinsi Sulteng.

Perhelatan CCM 2018 tersebut juga sebagai Road to Asian Games di Jakarta dan Palembang pada Agustus mendatang. Menurut Mulyana, meski Asian Games digelar di Jakarta dan Palembang, namun kegiatan tersebut milik bangsa Indonesia sebagai tuan rumah. 

"Masyarakat di daerah lain juga harus mengenal bahwa Indonesia menjadi tuan rimah Asian Games. Bahasa road to Asian Games menjadi sosialisasi sebagai pengingat kepada masyarakat bahwa kita punya hajat besar. Sekalipun bukan di Palu tapi mari sama-sama berdoa supaya atlet Indonesia lebih bagus hasilnya," kata Mulyana kepada wartawan di sela-sela acara CCM 2018.

Dia berharap agar daerah lain membuat kegiatan serupa untuk mengumpulkan massa dan dikenal oleh daerah lain memiliki kegiatan tertentu. Dia juga melihat antusias masyarakat mengikuti kegiatan CCM 2018 tersebut. "Melihat antisiasme masyarakat ini sudah memenuhi standar dimana promosi itu bisa dijalankan. Dari sisi penyelenggaraan dengan banyak orang ini indikator pasti bagus," ujarnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Moh Hidayat Lamakarate, mengatakan, selain atlet lokal dan nasional, CCM juga diikuti atlet dari Kenya sebanyak 82 orang. Para atlet tersebut mengikuti lomba kategiri 42K, 21K dan 10K. Sedangkan kategori 5K banyak diikuti atlet lokal dan nasional. 

Hidayat menambahkan, tahun ini Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola ingin supaya HUT provinsi yang ke-54 lebih meriah dan semarak. Sehingga masyarakat Sulteng secara keseluruhan bisa merasakan sedang berulang tahun. Karenanya, tahun ini Pemprov Sulteng menyelenggarakan beberapa kegiatan, antara lain CCM 2018 dan lomba burung berkicau skala nasional. CCM berskala internasional tersebut diikuti beberapa rangkaian acara seperti 100 ribu kuliner, dan pembagian kupon berhadiah. 

"Diharapkan nanti akan menjadi ukuran bahwa setiap tahun kita akan mengagendakan kegiatan-kegiatan yang penting untuk mempersiapkan dan memperingati HUT Provinsi Sulteng," jelasnya. 

Menurut Hidayat, target CCM tersebut sebenarnya untuk menarik kunjungan wisata. Selain itu, perbaikan infrastruktur. Pemprov bakal memperbaiki infrastruktur yang dilalui para peserta. Target selanjutnya investasi. Sebelumnya, orang mengenal Sulteng dulu kacau dan tidak aman. Dengan perhelatan CCM, Pemprov ingin menunjukkan kepada masyarakat Indonesia dan dunia jika Sulteng itu aman. Kemudian juga memgembangkan olahraga marathon serta memberikan kesempatan kepada masyarakat pecinta lomba lari untuk mengikuti kegiatan tersebut.

"Tidak ada cerita Sulteng itu kacau. Orang mau datang ke Sulteng silakan. Kita aman dan investasi mereka akan kita lindungi," ungkapnya. 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA