Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Asian Games 1990, Ketika Cina Terlalu Perkasa (3)

Rabu 21 March 2018 06:00 WIB

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Endro Yuwanto

Yayuk Basuki

Yayuk Basuki

Foto: Antara
Cabor tenis jadi bintang yang membuat nama Indonesia harum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam perhelatan Asian Games 1990, pasukan Tanah Air sukses bertengger di posisi ketujuh klasemen akhir. Para Arjuna dan Srikandi Indonesia mempersembahkan tiga emas, enam perak, dan 21 perunggu.

Dengan total 30 medali, Indonesia sebenarnya unggul jauh dari peringkat kelima, Iran dan peringkat keenam, Pakistan. Namun, Indonesia cuma kalah satu emas dengan kedua negara tersebut sehingg harus rela menduduki peringkat ketujuh.

Di Asian Games 1990, cabor tenis jadi bintang yang membuat nama Indonesia harum. Kala itu, Indonesia memiliki ratu tenis bernama Yayuk Basuki.

Petenis asal Yogyakarta itu kembali menunjukkan kemampuannya seperti saat memberikan emas pada Asian Games 1986. Ketika mengikuti Asian Games pertamanya di Seoul, Korea Selatan itu, Yayuk bersama rekan ganda putrinya, Suzanna Anggarkusuma sukses jadi oase dengan jadi satu-satunya penyumbang medali emas untuk Indonesia.

Kemudian di Asian Games 1990, dengan usia yang lebih matang, 20 tahun, Yayuk sukses mempersembahkan dua medali emas. Lagi-lagi, duetnya bersama Suzanna masih jadi yang terbaik di Asia.

Selain itu, Yayuk juga berhasil menyabet emas bersama rekan ganda campurannya, Hary Suharyadi. Dua medali emas di Asian Games 1990 ini jadi puncak penampilan Yayuk selama mengikuti kejuaraan tersebut.

Kini, sosok bernama lengkap Nani Rahayu Basuki ini duduk di kursi anggota legislatif tertinggi Indonesia (DPR). Mantan penghuni peringkat kesembilan petenis wanita terbaik dunia ini menempati posisi di Komisi X (sepuluh) yang memayungi Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, dan Perpustakaan.

Selain dari tenis, satu cabor lain yang membuat rakyat Indonesia berbangga adalah tinju. Atlet tinju Indonesia kala itu, Pino Bahari sukses menyumbang emas. Itu adalah emas terakhir yang pernah dicatat tinju Indonesia di ajang Asian Games hingga saat ini.

 

BACA JUGA: Asian Games 1990, Ketika Cina Terlalu Perkasa (2)

Sumber : Topendsports, OCA web, Asian Games web, Wikipedia, Desain Grafis Indonesia
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

REKOR

ASIAN GAMES 2018

No Negara G S B T
1 China 30 18 12 60
2 Japan 12 17 17 46
3 South Korea 8 12 14 34
4 Indonesia 5 2 5 12
5 Iran 4 3 5 12