Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

Marcus/Kevin Melenggang ke Final All England

Sabtu 17 Maret 2018 21:21 WIB

Red: Didi Purwadi

Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon

Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon

Foto: dok PP PBSI
Pasangan Marcus/Kevin sempat terganggu keputusan fault wasit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, memastikan diri melenggang ke final All England. Marcus/Kevin menghentikan perlawanan pasangan Denmark, Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding, di babak semifinal ganda putra di Arena Birmingham pada Sabtu (17/3).

Seperti dikutip dari laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), pasangan peringkat satu dunia ini mampu mengalahkan Duo Mads dengan skor 21-11, 21-19. Ganda Denmark ini selalu takluk dalam empat pertemauan terakhir dari Marcus/Kevin.

Petersen/Kolding tak dapat berbuat banyak di gim pertama. Bahkan, mereka terlihat banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga harus menyerah di gim pembuka dengan skor cukup telak.

Di gim kedua, saat sudah unggul 4-0 di awal laga, Marcus/Kevin merasa dirugikan dengan keputusan wasit yang menyatakan raket Kevin mengenai shuttlecock yang jatuh di sisi kanan lapangan. Kevin merasa posisi tubuhnya jauh dari shuttlecock tersebut.

Kevin yang sudah yakin shuttlecock akan jatuh di luar lapangan, mengaku memang tidak akan mengambil shuttlecock tersebut. Namun, hal itu terjadi saat posisinya membelakangi wasit.

"Di gim kedua kami sedikit terganggu waktu dinyatakan fault, padahal kan jauh banget,'' ujar Kevin dalam keterangan PP PBSI. ''Shuttlecock-nya goyang pun tidak, wasitnya bilang katanya fault, tetapi ya sudah, dibilang kena raket.''

Hal ini akhirnya memang mengganggu konsentrasi Marcus/Kevin. Situasi ini akhirnya dimanfaatkan oleh wakil Denmark yang kemudian bangkit dan balik unggul 11-7 di jeda interval gim kedua.

"Sebenarnya kami sudah unggul juga di awal-awal, tetapi waktu kejadian Kevin di-fault, kami juga bingung 'kan, kenapa? Aneh, kami agak goyang sedikit, sih," tutur Marcus.

Kendati demikian, akhirnya Marcus/Kevin memenangkan pertarungan itu dan berpeluang besar mempertahankan gelar juara turnamen bulu tangkis tertua di dunia ini yang mereka raih pada tahun 2017. Di partai final, pasangan Indonesia masih menanti calon lawan mereka yang merupakan pemenang pertarungan antara pasangan unggulan kedua dari Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen dan pasangan asal Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, yang membuat kejutan dengan lolos ke semifinal.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Eko Yuli Raih Emas Angkat Besi Kelas 62kg

Selasa , 21 Agustus 2018, 22:32 WIB