Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

Indonesia tak Maksimal di All England

Sabtu 17 Maret 2018 17:39 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Endro Yuwanto

Pasangan ganda campuran, Praveen Jordan (kanan)/Debby Susanto (kiri).

Pasangan ganda campuran, Praveen Jordan (kanan)/Debby Susanto (kiri).

Foto: PBSI
Harapan agar Indonesia pulang dengan gelar sebetulnya berada di pundak Praveen/Debby.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Bulu tangkis Indonesia harus rela tanpa gelar dari All England 2018. Semua nomor yang diikuti kontingen Merah Putih pada gelaran tersebut harus kandas dan pulang tertunduk. Ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto pun tak sanggup mengulangi kejayaan dua tahun lalu.

Dari 14 atlet Indonesia dalam lima nomor pertandingan, sampai Sabtu (17/3) tinggal menyisakan satu nomor, yakni di ganda putra Marcus Gideon/Kevin Sanjaya. Keduanya akan melawan perwakilan dari Denmark, Mads Kolding/Mads Petersen, Sabtu (17/3) waktu Inggris di babak semifinal.

Laga Kevin dan Marcus melawan duet Mads tersebut menjadi jalan terpanjang wakil Indonesia di All England kali ini. Dua belas pebulu tangkis Indonesia lainnya harus angkat koper lebih awal. Harapan agar Indonesia pulang dengan gelar sebetulnya berada di pundak Praveen/Debby.

Tetapi pasangan nomor empat dunia tersebut harus kandas dari peringkat enam dunia Mathias Christiansen/Cristinna Pedersen. Pasangan dari Denmark tersebut membungkam Praveen/Debby di perempat final dalam dua set pertandingan dengan skor 21-16 dan 21-15.

"Kami sudah mencoba yang terbaik dan berusaha semaksimal mungkin. Tapi mereka (pasangan Denmark) memang lebih bagus," ujar Praveen seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org, Sabtu.

Menurut Praveen, lawannya kali ini punya kualitas bermain yang beda dari lawan Indonesia dua tahun lalu. Ganda campuran Indonesia lainnya pun harus tiarap sejak awal. Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir terpaksa harus melakoni duel saudara di putaran kedua melawan Hafiz Faisal/Gloria Widjaya. Ganda campuran nomor satu dunia tersebut kalah dari pasangan juniornya dalam dua set pertandingan 15-21 dan 29-30.

Tetapi, Faisal/Gloria pun dipaksa kandas saat melawan pasangan Cina, Zhang Nan/Li Yun Hi di babak perempat final. Pasangan Indonesia kandas 1-2 dari tiga set pertandingan, 14-21, 21-18, dan 18-21. Di nomor tunggal putra, duel saudara juga terjadi antara Tommy Sugiarto dan Anthony Sinisuka Ginting.

Pada babak pertama, keduanya bertemu dalam dua set pertandingan. Sugiarto yang lebih diunggulkan menang atas juniornya Anthony, 21-14, 21-19. Namun Sugiarto pun tak bisa mengibangi wakil dari India, Prannoy saat di putaran kedua. Prannoy unggul atas Sugiarto dengan skor 21-10 dan 21-19.

Nasib serupa juga dialami tunggal putra lainnya Jonatan Cristie yang kandas di babak kedua saat melawan tunggal putra wakil dari Korea Selatan (Korsel) Son Wan-ho. Son unggul telak dua set sekaligus atas Jonatan dengan skor 21-16, dan 21-12.

Satu-satunya tunggal putri Indonesia, Fitriani pun tak mampu memberikan harapan. Usai melewati babak pertama dengan mengempaskan pemain Malaysia, Fitriani ditekuk lawannya dari Jepang, Nozomi Okuhara yang menjadi peringkat tujuh dunia. Perjumpaan keduanya di putaran kedua tunggal putri berakhir telak 13-21 dan 15-21.

Tiga pasang ganda putri Indonesia pun mengecewakan. Della Destiara Haris dan Rizki Amelia Pradipta sempat berjaya dari pasangan Korsel, Chang Ye-na dan Kim Hye-rin di putaran pertama. Namun pasangan Jepang, Misaki Matsutomo dan Ayaka Takahashi yang menjadi ganda putri nomor dua dunia, membuat wakil Indonesia tak berkutik 21-12 dan 21-14.

Nasib lebih buruk dialami ganda putri Greysia Polli/Apriyani Rahayu yang sudah kandas di babak pertama. Pasangan nomor enam dunia itu kalah dari ganda putri Bulgaria, Gabriele Stoeva dan Stefani Stoeva, 11-21, dan 19-21. Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi juga cuma sampai babak kedua usai tumbang dari ganda putri Jepang, Shiho Tanaka dan Koharu Yonemoto dengan skor 18-21, 15-21.

Dari ganda putra, Indonesia menurunkan empat pasangan terbaiknya. Selain Kevin dan Marcus, juga ada duet Angga Pratama/Rian Saputro. Tetapi. keduanya harus saling mengalahkan pada babak pertama. Kevin dan Marcus yang lebih punya peluang membawa gelar menang atas Angga/Rian dua set 21-16 dan 21-19.

Pasangan lainnya, yakni Fajar Alfian/Rian Ardianto yang tak bisa melaju ke babak kedua setelah dibikin kandas ganda putra Malaysia, Ong Yew Sin dan Teo Ee Yi. Kevin/Marcus membalas kekelahan Fajar/Rian tersebut dengan menumbangkan Ong dan Teo pada putaran kedua. Tiga set pertandingan Indonesia menang 2-1 atas Malaysia.

Sementara pasangan ganda putra lainnya, Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan hanya mampu mengakhiri All England tahun ini di putaran kedua. Keduanya kandas dari ganda putra Taiwan, Liao Min-chun/Su Cheng-heng dalam tiga set pertandingan. Indonesia kandas dari Taiwan 21-13, 18-21, dan 14-21.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Eko Yuli Raih Emas Angkat Besi Kelas 62kg

Selasa , 21 Agustus 2018, 22:32 WIB