Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Menpora: Silat Simbol Besar Indonesia di Asian Games

Selasa 13 March 2018 19:53 WIB

Red: Endro Yuwanto

Pesilat asal Jakarta memeragakan sejumlah jurus pada upacara pembukaan pertandingan pencak silat 18th Asian Games Invitation Tournament di Padepokan Stadium, Jakarta, Sabtu (10/2).

Pesilat asal Jakarta memeragakan sejumlah jurus pada upacara pembukaan pertandingan pencak silat 18th Asian Games Invitation Tournament di Padepokan Stadium, Jakarta, Sabtu (10/2).

Foto: ANTARA FOTO
Cabang pencak silat optimistis meraih 3 hingga 4 emas untuk skuat Merah Putih.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi berharap pencak silat menjadi simbol besar bangsa Indonesia. Ini karena pencak silat lahir di Indonesia dan pertama kali dipertandingkan pada Asian Games 2018 di Jakarta.

"Cabang pencak silat baru pertama kali dipertandingkan di Asian Games 2018 di Jakarta, maka semangat Indonesia sebagai negeri pencak silat harus ditunjukkan dengan baik," kata Imam saat bertemu para atlet nasional pencak silat Indonesia yang melakukan persiapan Asian Games di Stadion Sriwedari Solo, Selasa (13/3).

Para atlet pencak silat Indonesia, kata Imam, optimistis bahwa mereka akan mempersembahkan beberapa medali, yakni tiga hingga empat emas untuk skuat Merah Putih. "Saya yakin target itu masih dapat dilampaui. Tentunya masih kami nilai baik latihannya, baik try-out maupun beberapa kompetisi atau turnamen yang akan diikuti para atlet silat," jelasnya.

Menyinggung soal keinginan cabang pencak silat untuk ikut turnamen Belgia Open, Imam mempersilakan karena semua anggaran sudah ada di tangan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Mereka, ujarnya, yang dapat menentukan akan mengikuti uji coba ke mana saja.

Akan tetapi, Imam mengingatkan, hal yang terpenting ada laporan atau administrasi secara benar karena ia tidak ingin hal itu menjadi hal baru bagi pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Oleh karena itu, semua cabang olah raga disarankan untuk berhati-hati dalam mengelola maupun menyiapkan laporan pertanggungjawaban."

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA