Thursday, 24 Syawwal 1440 / 27 June 2019

Thursday, 24 Syawwal 1440 / 27 June 2019

Kesal, Warga Paris Minta Instgrammer tak Datangi Jalan Ini

Kamis 07 Mar 2019 12:12 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Social media (Instagram). Ilustrasi

Social media (Instagram). Ilustrasi

Foto: Huftpost
Kunjungan Instagrammer yang membeludak membuat warga Paris merasa terganggu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rue Cremieux merupakan salah satu jalanan di kota Paris yang sangat terkenal karena keindahannya yang instagrammable. Namun, kunjungan wisatawan yang semakin membeludak membuat warga yang tinggal di Rue Cremieux merasa terganggu.

Warga Rue Cremieux merasa terganggu dengan wisatawan yang datang bergerombol dan membuat suasana gaduh di wilayah pemukiman yang sunyi tersebut. Mereka pun meminta agar jalanan tersebut ditutup saat malam hari dan di akhir pekan.

Kejengkelan warga Rue Cremieux bisa dimengerti. Sekitar lima tahun terakhir ini, jalanan Rue Cremieux mulai mendapatkan popularitas di antara pengguna Instagram. Ini bisa dilihat dari tagar #ruecremieux yang menampilkan lebih dari 31.600 unggahan.

photo

Bangunan-bangunan rumah dengan cat tembok warna lembut di Rue Cremieux menjadi lokasi yang ramai dikunjungi pengguna Instagram. (Foto: Le Parisien)

Banyak sekali bloger hingga influencer yang menjadi wisatawan dan mendatangi Rue Cremieux untuk berfoto ria demi konten Instagram mereka. Bangunan di Rue Cremieux yang tampak penuh warna lembut dan fotogenik menjadi salah satu alasan wisatawan berfoto di lokasi tersebut.

Persoalannya, tingkah-laku para wisatawan yang berkunjung ke Rue Cremieux tidak berhenti dengan foto-foto biasa saja. Mereka tanpa segan duduk dan berkegiatan di teras rumah warga Rue Cremieux. Beberapa wisatawan tak ragu untuk berpose akrobat hingga berpose yoga di area rumah warga.

Lebih dari itu, beberapa wisatawan bahkan menjadikan Rue Cremieux sebagai lokasi syuting dadakan. Sebagian dari mereka membuat video menari dengan latar belakang bangunan-bangunan di Rue Cremieux. Para wisatawan tersebut tak segan untuk memasang musik pengiring tari dengan suara yang kencang di depan rumah warga.

Perkumpulan warga Rue Cremieux menggambarkan tingkah laku menyebalkan dari para wisatawan ini sebagai 'neraka'. Mereka menuntut sedikit ketenangan dengan meminta pembatasan kunjungan wisatawan ke Rue Cremieux di waktu-waktu tertentu, yaitu malam dan akhir pekan.

Seperti dilansir Malay Mail, Rue Cremieux terbentang sepanjang 170 meter. Jalanan ini bisa dipenuhi hingga 200 wisatawan pada akhir pekan. Le Parisien mengungkapkan ada sekitar 150 warga yang tinggal di sepanjang jalanan Rue Cremieux.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA