Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Tren Baru Oprasi Plastik Meniru Filter Snapchat

Sabtu 04 Aug 2018 14:22 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Gita Amanda

snapchat dengan filter pikachu

snapchat dengan filter pikachu

Foto: twitter
Tren baru ini disebut gangguan mental Snapchat dysmorphia.

REPUBLIKA.CO.ID, BOSTON -- Para peneliti kecantikan saat ini sedang dibuat heran dengan tren terbaru operasi plastik. Kalau dulu banyak pasien ingin mengubah wajah mirip selebritas idola, namun kini mereka ingin terlihat seperti dirinya dengan filter Snapchat.

Kondisi ini menurut direktur Ethnic Skin Centre di Boston University School of Medicine Dr. Neelam Vashi disebut dengan "Snapchat dysmorphia". Tren baru yang mengkhawatirkan dari spektrum gangguan mental yang umumnya disebut body dysmorphic disorder atau gangguan dismorfik tubuh. Ini merupakan penyakit mental dengan gejala fokus obsesif pada kekurangan yang menurut penderita ada pada penampilannya.

Vashi telah memperhatikan pola ini pada pasiennya selama bertahun-tahun. Pada Kamis (2/8) lalu, ia merilis artikel tentang hal itu di JAMA Facial Plastic Surgery. Ia meneliti secara mendalam penyebab tren yang mengkhawatirkan ini.

"Orang-orang (saat ini) membawa foto diri mereka pada sudut tertentu atau dengan jenis pencahayaan tertentu," katanya dilansir dari laman Inverse, Sabtu (4/8).

Vashi mengaku melihat banyak foto diri yang benar-benar tidak realistis, dan itu menciptakan harapan yang tidak realistis bagi pasien. "Karena mereka mencoba terlihat seperti versi fantasi dari diri mereka sendiri," lanjut Vashi.

Salah satu aspek yang menentukan dari Snapchat dysmorphia adalah mengejar "kesempurnaan" yang tidak dapat diraih. Seperti dismorfik tubuh, Snapchat dysmorphia adalah sejenis gangguan obsesif-kompulsif yang ditandai oleh obsesi dalam penampilan fisik.

Beberapa waktu terakhir permintaan pasien untuk operasi plastik menjadikan diri mereka seperti dengan filter Snapchat tersebut meningkat. Menurut American Academy of Facial Plastic and Reconstructive Surgery, 55 persen dokter pada 2017 menemukan pasien ingin terlihat lebih baik seperti saat mereka swafoto.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA